SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Selama kurang lebih empat bulan warga Kampung Domas, Desa Domas, Kecamatan Pontang Kabupaten Serang mengalami kesulitan air. Pasalnya, sumur-sumur milik warga mulai mengering karena disebabkan musim kemarau.
Tokoh pemuda Desa Domas, Babay, mengatakan, kesulitan air bersih sudah terjadi sejak empat bulan lalu lantaran sumur mulai mengering.
“4 bulan terakhir ini Desa Domas mengalami kekeringan sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik itu cuci mandi dan lain sebagainya,” katanya, Senin 7 Agustus 2023.
Kondisi tersebut kian diperparah dengan tersendatnya air dari Perumdam Tirta Albantani sehingga membuat warga semakin kesulitan. Padahal setiap bulannya warga masih membayar iuran rutin.
“Ditambah lagi air PDAM yang tidak keluar sekalipun keluar itu pada saat malam hari dan ini itu pun dengan kualitas air yang dikatakan sangat tidak layak untuk mencuci, untuk dijadikan air minum, atau pun mandi,” jelasnya.
Ia berharap agar pemerintah daerah segera menangani permasalahan yang terjadi di wilayahnya, agar masyarakat tidak mengalami krisis air bersih.
“Kami khawatir ini akan berdampak bagi kesehatan masyarakat, artinya ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah guna mengatasi kekeringan yang terjadi di Desa Domas,” jelasnya.
Salah satu warga, Fauziah, mengaku harus bolak balik mengambil air ke sumur warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk mandi dan mencuci.
“Setiap hari ngambil ke sumur tetangga yang masih ada air, ngambil sendiri karena di rumah gak ada siapa-siapa,” katanya.
Sementara itu, untuk kebutuhan memasak dan minum sehari-hari ia harus membeli kepada pedagang keliling.
“Untuk kebutuhan memasak harus membeli harganya itu Rp25.000 satu gerobak, selalu beli untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Biayanya pun kian membengkak lantaran harus tetap membayar iuran PDAM yang telah ia pasang. Ia pun berharap agar jaringan PDAM diperbaiki agar biayanya tidak dobel.
“Selama 2 bulan PDAM tetap bayar tapi airnya tidak keluar harapannya agar diperbaiki Saya capek untuk bolak-balik beli air tangan sudah 4 bulan kesulitan air enggak keluar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Aas Arbi











