SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang mmengklaim, investasi di Kota Serang mengalami peningkatan. Khususnya pada bidang perdagangan dan jasa seperti perhotelan, mal, perdagangan, hingga rumah sakit.
Namun, berdasarkan catatan DPMPTSP Provinsi Banten, realisasi di Kota Serang paling terendah dibandingkan Kota/Kabupaten lain di Provinsi Banten.
Kota Serang, dalam catatan DPMPTSP Provinsi Banten, hanya menyumbang Rp 127 miliar. Sementara, daerah dengan penyumbang realisasi investasi terbesar disumbangkan oleh Kabupaten Tangerang yang mencapai Rp 16,71 triliun, Kota Cilegon sebesar Rp 14,69 triliun, Kota Tangerang sebesar Rp 9,16 triliun, Kabupaten Serang sebesar Rp 4,34 triliun.
Kemudian Kota Tangerang Selatan sebesar Rp 4,04 triliun, Kabupaten Lebak sebesar Rp 1,10 triliun, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp 402 miliar,
Kepala DPMPTSP Kota Serang, Ritari B Muhsinun mengatakan, pihaknya optimistis dengan kajian dan penghitungan para calon investor dalam kondisi serta keberadaan Kota Serang yang memiliki akses memadai.
“Saya yakin, kalau mereka punya kajian, dan utamanya uang, serius dan pasti mereka sudah masuk ke sini,” ujarnya, Rabu, 9 Agustus 2023.
Ritadi mengatakan, pihaknya memiliki kajian serta pemetaan khusus berikut potensi yang ada, jika calon investor ingin serius untuk berinvestasi ke Kota Serang.
“Peta potensi investasi, kami sudah punya. Jadi, ada tiga pemetaan, mulai dari pariwisata, pertanian dan perdagangan, serta jasa. Termasuk rumah sakit, semuanya sudah lengkap,” katanya.
Ia menuturkan, Kota Serang mempunyai daya tarik sendiri terhadap investasi. Sebab, letak geografisnya yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta.
Selain itu, akses jalan juga dinilai cukup memadai, lantaran dikelilingi dengan jalan tol, pelabuhan hingga bandara yang jaraknya cukup ditempuh kurang dari satu jam.
“Kota Serang juga kan daerah lintasan, seperti Sumatera. Jadi, kalau fasilitas kotanya sudah ada, tentu investasi dan investor pun akan tertarik untuk masuk ke Kota Serang. Sehingga, bukan hanya menjadi lintasan saja, tapi menjadi tempat transit,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono










