LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pembongkaran paksa pagar permanen perlintasan pintu kereta Stasiun Rangkasbitung oleh PKL Pasar Rangkasbitung pada 10 Agustus 2023 lalu mendapatkan respons dari Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya.
Dikatakan Iti, dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut dan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sudah membahas dan rapat bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI melalui PT. KAI.
“Untuk kemajuan harus kita dukung, itu pak Sekda sudah rapat barengan ya. Akan di border dulu sementara, sampe dari Kementerian Perhubungan melalui KAI akan memakai pembatas permanen,” katanya, Senin, 14 Agustus 2023.
Dijelaskannya, untuk pasar sudah kita siapkan di Narimbang, untuk solusi-solusi itu sudah kita siapkan, tinggal proses pembangunannya saja.
“Karena saya juga mendengar ada kelompok ini dan kelompok itu. Kita juga pengen mengurangi clash itu salah satu yang kita lakukan, supaya tidak melulu pemerintah dianggap pungli dan lain sebagainya, ini juga salah satu dari aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Iti, pemerintah sudah melakukan sosialisasi perihal penutupan perlintasan sebidang tersebut yang menutup Jalan Rt. Hardiwinangun dan Jalan Tirtayasa.
“Nah kalo sekarang melakukan itu, karena sebelumnya sudah di sosialisasikan juga kan sebelum gejolak. Satu bulan di sosialisasikannya juga, agar tidak ada gejolak,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan Iti, Jangan sampe ini dijadikan mobilisasi masa, untuk mengunggat atau hanya untuk kepentingan satu dua orang, ini untuk kepentingan bersama.
“Kalo gini terus Lebak tidak akan maju-maju, sedangkan ini stasiun ultimate yang ini akan menampung dari Sumatra. Dari merak ke kita, otomotis dari Sumatra di Merak ke kita, jadi ini harus dipersiapkannya dengan matang,” lanjutnya.
Ditambahkannya, ketika Stasiun Rangkasbitung sudah dibangun dan tertata akan mendukung sektor bagi pariwisata Lebak.
“Mungkin niatnya mau ke Jakarta, tetapi ketika melihat potret Lebak nya Indah dan berbagai destinasi, mereka akan mampir dulu kesini. Jadi siapa yang diuntungkan jadi masyarakat juga. Jadi menurut saya redamlah amarah dan kepentingan segelintir kelompok atau satu dua kelompok, demi untuk kepentingan bersama mewujudkan pembangunan yang lebih baik kedepan,” ujarnya. (*)
Reporter : Nurandi
Editor: Agus Priwandono











