SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partisipasi masyarakat dan juga penataan lingkungan jadi andalan warga RW 02 Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2023.
Di desa Sukabares sendiri, sambutan yang dilakukan oleh masyarakat kepada tim juri sangat amat meriah sekali.
Mulai dari pada waktu pertama kali tiba, tim juri langsung disambut dengan pengalungan kesenian tradisional pencak silat dan aksi debus yang ditampilkan oleh anak-anak Desa Sukabares.
Tak hanya itu, ada ratusan masyarakat yang sudah menunggu kedatangan tim juri yang akan memberikan penilaian, baik anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak.
Tim juri juga bahkan dibuat kagum dengan banyaknya tanaman bunga yang menghiasi sepanjang jalan di lingkungan RW 02 yang terdiri dari empat kampung yaitu Kampung Nangor, Sitembang, Kasubuhan dan Sigenjah.
Selain itu ada banyak pula inovasi-inovasi yang dimunculkan oleh warga, seperti membuat saung tempat nongkrong yang menghadap langsung ke gunung.
Salah seorang tim juri Ari Rachimtakari mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas antusias masyarakat yang begitu kompak dalam menyambut tim juri serta menata Kampung untuk mengikuti LKBA Kabupaten Serang 2023.
“Warga terlihat sangat antusias. Dari enam kategori penilaian terlihat bagus semua,” katanya Rabu 6 September 2023.
Ia menilai, saat berkeliling melakukan penilaian di lingkungan tersebut, ada banyak hal yang menarik perhatiannya selain antusiasme warga. Salah satunya ialah lingkungan yang bersih dan tertata rapi.
“Lingkungannya sudah tertata rapi, Mudah-mudahan Desa Sukabares nanti akan mewakili Kabupaten Serang,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Sukabares Ulfi Sahrani mengaku sangat amat bersyukur karena antusiasme masyarakat untuk mengikuti LKBA 2023 sangat tinggi sekali.
“Terbukti dengan penyambutan saat ini dan penataan yang dilakukan, semuanya atas partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengatakan, selain menghias lingkungannya dengan tanaman-tanaman berbunga, pihaknya beserta dengan masyarakat melakukan penataan dengan membuat spot-spot yang menarik.
“Alhamdulillah kita juga membuat inovasi membuat spot-spot untuk foto selfie. Di sini budaya gotong royong masih sangat tinggi sekali, bahkan bukan hanya bapak-bapak tapi juga diikuti oleh ibu-ibu,” tegasnya.
Lebih lanjut ia berharap agar warga akan semakin kompak dalam hal menjaga lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tentu setelah ini semoga makin erat dan makin mau bersih-bersih di lingkungannya. Budaya itu tentunya bukan digiatkan saat pelaksanaan LKBA saja melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











