PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tol Serang-Panimbang sepanjanhg 83,67 kilometer terancam batal rampung dan dapat dioperasikan secara menyeluruh pada tahun 2024.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menargetkan proyek pengerjaan Jalan Tol Serang – Panimbang rampung dan dioperasikan di pertengahan 2024.
Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,67 kilometer, terdiri atas tiga seksi. Seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer, Seksi 2 sepanjang 24,17 ruas Rangkasbitung-Cileles dan Seksi 3 sepanjang 33 kilometer ruas Cileles-Panimbang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Kurnia Satriawan mengungkapkan kemungkinan Jalan tol Serang-Panimbang batal dioperasikan di tahun 2024.
“Sebab ada perubahan atau penambahan konstruksinya. Khususnya untuk pengerjaan seksi 3 yakni ruas Cileles-Panimbang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Oproom Setda Kabupaten Pandeglang, Rabu, 4 Oktober 2023.
Pengerjaan proyek pembangunan jalan tol seksi 3 ini perlu perlakukan ekstra sehingga membutuhkan tambahan anggaran biaya pengerjaannya.
“Kalau dari informasi saya terima, adanya perubahan konstruksi karena kontur tanah di wilayah kita ini banyak yang labil. Jadi harus ada perubahan desain dan juga penambahan anggaran biaya,” katanya.
Anggaran biaya tambahan kurang lebih sekira Rp4,8 triliun. Saat ini tengah dalam proses lelang di LPSE Kementerian PUPR.
“Kalau tidak salah ada tiga paket pengerjaan yang dilelangkan. Dibiayai dari APBN,” katanya.
Tiga paket dilelangkan itu untuk penyelesaian pengerjaan Jalan Tol Serang – Panimbang Seksi 3 fase 2. Paket pertama senilai Rp1 triliun, paket kedua senilai Rp1,7 triliun, dan paket ketiga senilai Rp2,1 triliun.
“Bulan Oktober ini sudah memasuki lelang tahap evaluasi dokumen dan evaluasi penawaran. Sedangkan kalau teken kontraknya di bulan November 2023,” katanya.
Ia berharap proses lelang dapat berjalan tepat waktu sehingga proses pengerjaan pembangunan jalan Tol Serang – Panimbang dapat berjalan terus.
“Kalau target, pengennya tahun 2024 selesai, tapi saya kira harus realistis lah. Yang penting terbangun, kalau tidak salah informasi kemarin target 2025 awal. Jadi mundur karena banyak faktor, banyak hal yang harus kita pahami” katanya.
Sementara itu, Manajer Bidang Pengembangan Sistem PT Wika Serang-Panimbang Muhammad Albagir mengatakan, pembangun Jalan Tol Serang – Panimbang sepanjang 83,67 kilometer terbagi menjadi 3 Seksi, yakni Seksi 1 sepanjang 26,50 kilometer yang menghubungkan Serang-Rangkasbitung telah beroperasi sejak 2021.
“Kemudian Seksi 2 sepanjang 24,17 kilometer menghubungkan Rangkasbitung-Cileles dengan progres konstruksi hingga awal Agustus 2023 mencapai 52,45 persen. Untuk Seksi 1 dan 2 menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol PT Wijaya Karya Serang Panimbang,” katanya.
Selanjutnya Seksi 3 sepanjang 33 kilometer menjadi porsi pemerintah dengan menghubungkan Cileles-Panimbang. “Progres konstruksi mencapai 13,84 persen,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











