PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Percepatan pembangunan jalan tol menuju Kabupaten Pandeglang dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Karena kemacetan parah masih menjadi persoalan klasik yang terus berulang setiap momentum libur panjang Idul Fitri.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto, mengatakan lonjakan kendaraan yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang ada saat ini.
Menurutnya, kondisi itu membuat arus lalu lintas menuju sejumlah destinasi wisata di Pandeglang, seperti Carita dan Tanjung Lesung, kerap tersendat parah saat musim liburan.
“Kemacetan di Pandeglang ini luar biasa, dari dulu sampai sekarang, karena jalur alternatif dan pelebaran jalan belum memadai. Kita harus mendorong akses tol segera terealisasi agar menjadi opsi bagi market Jabodetabek, sehingga akses menuju destinasi pariwisata kita menjadi lebih lancar dan nyaman,” kata Widi, Minggu 29 Maret 2026.
Widi menilai, selama ini penanganan infrastruktur jalan di Pandeglang belum menyentuh persoalan utama. Perbaikan yang dilakukan, kata dia, masih sebatas tambal sulam tanpa diikuti penambahan kapasitas jalan yang signifikan.
Akibatnya, saat volume kendaraan melonjak pada musim liburan, kemacetan panjang sulit dihindari. Kondisi ini juga berdampak pada waktu tempuh wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan wisata unggulan di Pandeglang.
Menurut Widi, pembangunan Tol Serang-Panimbang yang saat ini masih berjalan dapat menjadi solusi penting untuk mempercepat akses menuju Pandeglang, khususnya bagi wisatawan asal Jabodetabek.
Ia menyebut, kehadiran jalan tol nantinya bisa membantu mengurai kepadatan di jalan nasional maupun provinsi. Dengan begitu, arus kendaraan wisatawan dan mobilitas masyarakat lokal bisa lebih lancar.
“Kalau akses tol ini cepat terealisasi, tentu bisa mengurangi beban jalan nasional maupun provinsi. Jadi wisatawan dari Jabodetabek punya jalur alternatif yang lebih cepat, sementara pengguna jalan dari wilayah lokal Banten juga tetap bisa melintas dengan nyaman,” ujarnya.
Tak hanya soal jalan, Widi juga menyoroti masih kurangnya sarana pendukung di jalur menuju kawasan wisata. Ia menilai penerangan jalan umum (PJU) dan petunjuk arah masih perlu diperbaiki untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting, terutama bagi wisatawan yang melakukan perjalanan pada malam hari agar tidak rawan tersesat maupun mengalami kecelakaan.
Widi berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan perhatian serius terhadap percepatan proyek strategis nasional tersebut agar bisa dimanfaatkan saat libur Lebaran tahun depan.
Ia menilai, infrastruktur yang memadai akan berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Pandeglang.
“Penambahan kendaraan tidak sebanding dengan pelebaran jalan yang ada, jadi perhatian bersama untuk mendorong infrastruktur tol itu penting. Harapannya Lebaran tahun depan sudah ada alternatif melalui tol, ditambah dengan perbaikan penerangan jalan dan petunjuk arah yang lebih jelas bagi wisatawan,” ucapnya.
Widi menambahkan, konektivitas yang baik juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur wisata.
Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan sektor hotel dan restoran, tetapi juga pelaku usaha lokal seperti pengrajin oleh-oleh hingga pedagang kuliner.
PHRI pun optimistis, jika persoalan infrastruktur bisa teratasi, pertumbuhan sektor pariwisata dan usaha penunjangnya di Pandeglang akan jauh lebih stabil sepanjang tahun.
Editor: Abdul Rozak











