SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras yang saat ini masih tinggi disebut akibat harga gabah dan pupuk yang juga mengalami kenaikan.
Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang Wahyu Nurjamil tak menampik bahwa harga beras di Kota Serang saat ini terus mengalami kenaikan yang signifikan.
Menurutnya, kenaikan harga beras yang cukup tinggi saat ini diakibatkan dari harga gabah dan pupuk yang turut mengalami kenaikan.
“Kalau secara harga sekarang memang sedang mengalami kenaikan, hasil pantauan kita di distributor dan pasar itu ada pengaruh dari kenaikan pupuk, dan harga gabah juga,” ujarnya.
Ia mengaku, stok beras di Kota Serang saat ini masih terbilang aman, baik yang berada di Badan Urusan Logistik (Bulog) maupun yang berada di distributor.
“Dari pusat juga ada pengiriman beras sebanyak 250 ton untuk enam Kecamatan di Kota Serang, sementara ini semua barang relatif stabil, hanya beras saja yang mengalami kenaikan,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Harga beras di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang hingga saat ini belum ada penurunan harga. Akibatnya, para pedagang pun mengeluhkan omzet yang saat ini menurun.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras dengan kualitas medium saat ini berada di angka Rp15 ribu per kilogramnya, untuk kualitas beras sedang di angka Rp14 ribu per kilogramnya. Sementara untuk beras dengan kualitas standar di angka Rp13 ribu per kilogram.
Kenaikan harga beras yang tak kunjung turun itu, diyakini akibat dampak musim kemarau yang sudah melanda dua bulan lalu.
Salah satu pedagang beras di Pasar Induk Rau, Bahrudin mengatakan, saat ini harga beras masih cenderung stabil dan belum ada kenaikan.
Biasanya, menurut Bahrudin, harga beras dalam satu harinya terus mengalami kenaikan sebesar Rp200. Kenaikan itu juga diakui membuat banyak para pembeli mengeluh.
“Bulan November dan Desember 2023 kayaknya akan meledak (harga beras) karena masa tanam dan musim kemarau,” ujar Bahrudin, Kamis 5 Oktober 2023.
Kenaikan harga beras itu juga, lanjut Bahrudin, berimbas pada daya beli masyarakat. Pasalnya, pembeli beras di tempatnya itu biasanya membeli satu karung beras, namun dengan ada kenaikan harga ini, pembeli hanya membeli setengah karung beras saja.
“Makanya konsumen itu banyak mengeluh kok harganya naik terus. Ya, info dari sana naik jadi mau tidak mau kita naikin, masa di produsen naik kita harganya tetap,” ucapnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Abdul Rozak











