TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Pemkot Tangsel telah menyiapkan cadangan 219 ton beras yang akan digunakan manakala terjadi gejolak harga.
Kepala Sub Koordinator Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangsel Muhammad Azwar Anas mengatakan, 219 ton cadangan beras itu saat ini berada di Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Kita itu ada kewajiban menaruh beras di Bulog, ada cadangan 219 ton beras kita, dipergunakan apabila terjadi gejolak harga, misalkan terjadi kenaikan beras dari Rp 11 ribu tiba-tiba naik jadi Rp 20 ribu,” ujar Azwar, Rabu 11 Oktober 2023.
Azwar mengatakan, 219 ton cadangan beras ini akan dibagikan ke masyarakat secara gratis jika terjadi gejolak harga. “Kita bagikan ke masyarakat Tangsel secara gratis melalui perintah Walikota Tangsel,” jelasnya.
Dikatakan Azwar, penyaluran 219 ton beras ini selain untuk menetralisir gejolak harga, juga dapat dipakai untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana.
“Pada intinya untuk kejadian luar biasa, cadangan 219 ton beras ini bisa digunakan, sesuai perintah Walikota Tangsel,” ungkapnya.
Azwar mengaku, sejauh ini Walikota Tangsel belum menginstruksikan kepada DKPPP Tangsel untuk menyalurkan 219 ton cadangan beras, karena dinilai belum terjadi gejolak harga dan kejadian luar biasa di Tangsel. “Sejauh ini belum ada,” ujarnya.
Azwar mengatakan, saat ini untuk 3 bulan ke depan dalam upaya menekan kenaikan harga beras, pihaknya akan menyalurkan 10 kilogram beras untuk 20.000 kepala keluarga kurang mampu. “Kita berikan selama 3 bulan, dimulai bulan September, Oktober dan November,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Aas Arbi











