SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wilayah Provinsi Banten saat ini sudah mulai memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke punghujan. Peralihan cuaca ini maka harus mewaspadai bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Nana Suryana mengatakan, musim hujan berdasarkan informasi dari BMKG akan mulai menghujani wilayah Banten pada bulan November 2023.
“Alhamdulillah beberapa daerah sudah mulai turun hujan, karena puncak dari musim kemarau dan El Nino ini hanya diprediksi di bulan Oktober. Serangkan bulan November sudah mulai musim hujan,” kata Nana kepada Radar Banten, Jumat, 20 Oktober 2023.
Nana mengatakan, pada masa peralihan musim ini terdapat beberapa potensi bencana alam jenis hidrometologi atau bencana alam yang disebabkan oleh faktor cuaca.
Bencana alam itu meliputi angin kencang, pohon tumbang, longsong, dan banjir bandang. Pihaknya pun meminta kepada warga untuk selalu waspada akan potensi bencana alam yang dapat terjadi.
“Kalau kemarau kemarin kan membuat material dan tanah menjadi kering, dan membuat retakan. Nah retakan ini ketika diisi okeh air hujan maka dia akan menjadi lunak dan dapat menyebabkan longsor. Bencana ini yang perlu kita waspadai,” ujar Nana.
Bahkan, Nana menyebut pihaknya pada hari ini sudah menerima laporan dari BPBD Kabupaten Lebak terdapat beberapa pohon tumbang yang menutupi jalan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak.
“Tadi kita terima laporan dari Lebak ada pohon tumbang di Kecamatan Warunggunung dan Cibadak. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi di titik lain khususnya daerah yang memiliki tanah labil,” ungkapnya.
Dirinya meminta kepada para personel BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk selalu siap siaga dalam menindaklanjuti setiap laporan bencana alam yang disebabkan oleh peralihan cuaca ini.
“Personel kita selalu siap, jikapun dari BPBD Kabupaten dan Kota membutuhkan bantuan personel maupun alat, kita siap bantu,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











