SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Serapan anggaran belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tahun anggaran 2023 masih rendah. Hingga bulan November, serapannya baru di angka 65 persen.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten Rina Dewiyanti. Katanya, jumlah itu sudah berada di atas rata-rata nasional.
“Per hari ini serapan APBD sudah di atas rata-rata nasional, untuk pendapatan sudah 77 persen dan kemudian belanja di sekitaran 65 persen,” kata Kepala BPKAD Banten, Kamis 2 November 2023.
Saat disingung soal masih banyaknya anggaran belanja yang belum terserap, Rina mengaku, pihaknya bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten telah berkomitmen untuk mencapai program pembangunan yang telah ditetapkan.
“Untuk mencapai target yang sudah ditetapakan tersebut kita semua OPD senantiasa berkomitmen untuk mencapai tujuan, dengan melaksanakan program yang telah direncanakan,” terangnya.
Rina mengungkapkan, mengapa di penghujung tahun 2023 ini serapan APBD masih diangka 65 persen. Hal itu karena pada awal tahun 2023 ini pihaknya melakukan penguatan hukum dan juga pengawalan terhadap proses pengadaan barang dan jasa.
“Bukan kendala, tapi dalam rangka early warning system dan mitigasi resiko jangan sampai kemudian diakhir ada persoalan-persoalan hukum. Jadi kita melakukan penguatan terhadap proses pengadaan barang dan jasa,” ungkapnya.
Untuk mencegah adanya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran alias SiLPA pada APBD 2023 ini, Rina pun meminta kepada para OPD di lingkungan Pemprov Banten untuk segera merealisasikan program belanja yang telah direncakan sebelumnya.
“SiLPA itu obatnya cuma satu, kalau SiLPAnya ingin kecil itu kita harus betul-betul upayakan realisasikan belanja yang sudah tercantum di situ dan kita juga harus melihat bahwa SiLPA besar itu belum tentu bahwa dia tidak efektif. Ada hal-hal yang lain misalnya ada anggaran pusat yang tiba-tiba datang, ya kan kita tidak realisasikan karena nanti redundant,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











