LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, diduga mengeluarkan ijazah palsu.
Dugaan ijazah palsu ini diketahui setelah salah satu orang tua alumni SMK tersebut berdebat dan hampir adu jotos dengan perwakilan sekolah di ruang kelas pada Senin, 20 November 2023 lalu.
Perdebatan yang hampir berujung pada adu fisik tersebut dipicu setelah berkas lamaran salah satu alumni SMK tersebut ditolak oleh sebuah perusahaan, karena ijazah yang digunakan diduga palsu.
Orang tua alumni SMK itu, Ujen Supriatna, mengetahui dugaan ijazah palsu berawal dari anaknya yang sedih. Tiba di rumah karena gagal masuk perusahaan lantaran ijazah yang digunakan disebut palsu.
“Awalnya anak saya melamar ke Indomaret, pas waktu itu dikembalikan lagi sama anak saya dilempar. Karena ijazahnya bermasalah,” ujar Ujen, Rabu, 22 November 2023.
Ujen akhirnya mencari tahun kenapa ijazah yang digunakan anaknya tersebut disebut palsu dan menanyakan kepada pihak sekolah tempat anaknya dulu bersekolah.
“Akhirnya saya mencari ide siapa ini yang mempersalakannya, akhirnya anak saya juga kabur ke Jakarta sekarang,” ucapnya.
Dilanjutkan Ujen, saat itu anaknya sepulang gagal bekerja mengatakan bahwa ijazah yang digunakan bermasalah, sehingga tidak layak digunakan.
“Jadi bermasalah aja bilangnya begitu. Pas dilihat sama saya itu, stempel sama tanda tangannya, dan itu aneh. Dilihat, dipegang kertasnya asli. Akhirnya saya cari tahu ke kepala sekolahnya ibu Anita, dan kata kepala sekolah itu stempel dan tanda tanganya bermasalah, dan itu tidak disidik jari,” tutur Nurjen.
Diduga ada sembilan orang siswa yang mengalami nasib yang sama seperti anaknya Ujen. Saat ini, orang tua alumni SMK itu juga menuntut kepada pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Perintis Sekolah dan Ketua BPBD Desa Pasirtanjung, Abdul Syukur, mengatakan bahwa saat ini pihak sekolah sedang mencari solusi terkait hal tersebut yang dilakukan oleh salah satu oknum.
“Kalau kita ingin solusi bagaimana, makanya lembaga pendidikan agar terus berjalan. Tidak keganggu oleh kesalahan oknum, kita terus jaga lembaga di situ agar terus kita jaga aktivitasnya,” kata Abdul.
Ditambahkannya, setelah ditelusuri ada sembilan alumni SMK tersebut angkatan 2022 yang diduga ijazahnya palsu atau bermasalah.
“Jadi menurut dari Dewan Guru, untuk anak tahun 2022 ada sembilan orang. Ada juga di tahun kelulusan 2023 tetapi belum pasti datanya,” pungkasnya.
Sejumlah keluarga alumni SMK tersebut sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Rangkasbitung. Penyelidikan tengah dilakukan. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











