PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang mencetak anak-anak penghafal Al-Qur’an melalui program satu desa hafiz Al-Qur’an. Program Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pandeglang ini pada tahun 2023 menargetkan 339 anak.
Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap dengan menghafal Al-Qur’an generasi muda di Kabupaten Pandeglang tidak akan rapuh mentalnya.
“Pada saat ini sedang dijajah oleh era globalisasi sehingga perilaku tidak baik bisa saja terjadi karena lingkungan yang kurang sehat,” katanya dalam rilis diterima RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 23 November 2023.
Bupati Irna menjelaskan, dalam upaya membentuk generasi Qur’ani memang tidaklah mudah di era saat ini. Itu menjadi sebuah tantangan besar bagi pemerintah dan para orang tua.
“Karena memang tidak mudah akan melawan rasa malas dan cape. Orang tua harus bisa membagi waktu kapan untuk mendampingi anaknya belajar dan kapan mereka beradaptasi (bermain) dengan lingkungan,” katanya.
Bupati Irna menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam memberikan motivasi terhadap anak. Oleh karena itu harus bisa meluangkan waktu untuk anak.
“Jangan sampai anak menjadi tidak patuh kepada Allah, Rasul dan orang tua akibat dampak perkembangan di era globalisasi. Untuk itu baiknya anak diarahkan menjadi anak penghafal Al-Qur’an,” katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Pandeglang Hadist Muntaha mengungkapkan, Pemkab Pandeglang saat ini tengah melakukan rekrutmen hafiz dan hafizah.
“Mereka yang direkrut ini merupakan siswa SD dari mulai kelas 5 dan kelas 6. Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Jumlah anak yang direkrut sebanyak 339 orang. Nantinya mereka akan dilakukan pembinaan oleh Ikatan Pendidik Al-Qur’an (PQ) di masing-masing
kecamatan.
“Untuk pelaksanaan rekrutmen ini dilakukan di empat titik lokasi yakni di Kecamatan Pandeglang, Kecamatan Saketi, Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Cibaliung,” katanya.
Lebih lanjut Hadist mengungkapkan, program ini sebetulnya sudah dilaksanakan pada tahun 2020 lalu. Akan tetapi karena ada pandemi Covid-19 sehingga dihentikan.
“Pasca-Covid-19 barulah dapat kembali dimulai lagi agar bisa terbentuk satu desa satu anak hafiz Al-Qur’an di seluruh desa di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











