LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sejak 2019, SMAN 4 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak menumpang belajar di bangunan sekolah lain seperti SDN 2 Mekarsari, lalu pindah ke SDN 1 Citeras. Padahal, jumlah siswanya sudah mencapai 396 orang.
Kini, para siswa dan guru bangga dan senang karena gedung sekolah mereka sedang dibangun. Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten membangun unit sekolah baru untuk SMAN 4 Rangkasbitung di atas aset lahan milik Pemprov Banten.
Kepala SMAN 4 Rangkasbitung Subar mengaku sangat bangga dengan adanya pembangunan USB ini, karena sejak tahun 2019 para siswa belajar bergantian dengan anak-anak sekolah lain. “Awal banget itu kita numpang di SMPN 5 Rangkasbitung. Sekarang murid kita totalnya ada 396. Alhamdulillah dengan adanya gedung baru ini mereka bisa lebih maksimal belajar,” ujar Subar Minggu, 3 Desember 2023.
Saat melakukan ekspedisi reformasi birokrasi berdampak di Kabupaten Lebak, Pj Gubernur Banten Al Muktabar didampingi Pj Sekda Banten Virgojanti serta para eselon II lainnya di Pemprov Banten serta Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan meninjau progres pembangunan SMAN 4 Rangkasbitung. Pembangunan USB itu ditargetkan selesai sebelum akhir tahun, sehingga di semester kedua tahun ajaran ini, gedung baru itu bisa dimanfaatkan untuk proses kegiatan belajar mengajar.
Al mengungkapkan, di akhir rangkaian ekspedisi birokrasi tematik berdampak dalam rangka HUT Provinsi Banten ke-23 ini, dirinya ingin memastikan semua report pekerjaan menjelang akhir tahun anggaran 2023 ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan, mulai perencanaan, pelaksanaan sampai pertanggungjawaban, termasuk pembangunan sekolah itu.
“Meskipun USB-nya masih dalam tahap pembangunan, tapi sekolah ini sudah beroperasi sejak tahun 2019 yang sistem pembelajaran secara filial dengan SD milik Pemda Kabupaten Lebak,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterima Al, tahun ajaran ini, ada 180 siswa yang sudah mendaftar masuk ke SMAN 4 Rangkasbitung dan diterima seluruhnya.
Pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini berharap, adanya unit sekolah baru ini bisa menjadi solusi persoalan PPDB di Provinsi Banten, dengan menerima seluruh siswa yang mendaftar, baik dari warga sekitar maupun yang berasal dari Kota Rangkasbitung. “Sehingga PPDB nantinya bisa berjalan dengan baik tidak ribut dengan masalah zonasi dan lainnya,” ujar Al.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani mengatakan, total sekolah filial di Provinsi Banten sebanyak 23 unit. Sejak 2019 sampai saat ini sudah terbangun sebanyak 19 unit. Sisanya, ada empat unit lagi yang akan segera diselesaikan yakni 2 SMKN di Lebak dan dua SMKN di Pandeglang. Keempatnya belum dibangun karena persoalan lahan.
Meskipun begitu, ia mengaku, pembangunan USB yang dilakukan Dindikbud sebenarnya sudah surplus atau melebihi dari target. Lantaran, selain sekolah filial, pihaknya juga membangun unit sekolah baru lainnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











