SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Desember 2023 inflasi year on year (yoy) gabungan 3 kota di Provinsi Banten sebesar 3,06 persen. Cabai merah merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi terbesar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,56. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Cilegon sebesar 3,50 persen dengan IHK sebesar 119,90.
“Berikutnya di Tangerang sebesar 3,17 persen dengan IHK sebesar 115,37. Inflasi terendah terjadi di Serang sebesar 2,11 persen dengan IHK sebesar 120,24,” ujar Faizal saat membacakan berita resmi statistik secara virtual, Selasa, 2 Januari 2024.
Ia mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2023 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Banten di tiga kota, pada Desember 2023 terjadi inflasi yoy sebesar 3,06 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 113,10 pada Desember 2022 menjadi 116,56 pada Desember 2023. Sedangkan tingkat inflasi month to month (mtm) sebesar 0,48 persen.
Faizal mengungkapkan, inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya semua indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,80 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,87 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,53 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,04 persen.
Kemudian kelompok kesehatan sebesar 1,97 persen; kelompok transportasi sebesar 1,32 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,01 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,79 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,66 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,14 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,46 persen.
Ia mengatakan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada Desember 2023, antara lain cabai merah, beras, sewa rumah, emas perhiasan, rokok kretek filter, bawang putih, daging ayam ras, angkutan antar kota, upah asisten rumah tangga, dan rokok putih.
“Sementara komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi yoy antara lain telur ayam ras, bensin, angkutan dalam kota, minyak goreng, pepaya, sabun cair/cuci piring, sepatu anak, ikan bandeng/ikan bolu, udang basah, dan tomat,” ujarnya.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi mtm pada Desember 2023, antara lain: cabai merah, bawang merah, emas perhiasan, tomat, baju muslim pria, telur ayam ras, jeruk, rokok putih, daging ayam ras, dan upah asisten rumah tangga.
Sementara, lanjutnya, komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi mtm, antara lain bayam, sabun detergen bubuk/cair, air kemasan, ikan kembung/gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, ikan bandeng/ikan bolu, obat gosok, ketimun, tissu, minyak goreng, dan bensin.
Pada Desember 2023, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi yoy yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,87 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,34 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen; kelompok transportasi sebesar 0,16 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,31 persen.
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi











