SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minat masyarakat Kabupaten Serang untuk menjadi seorang petani setiap tahunnya semakin menurun. Hal itu terlihat dari data survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan pada 2023, mereka mendapati jika minat masyarakat untuk bertani hanya 18,01 persen.
Jumlah tersebut mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan data hasil survei yang dirilis pada 2022 lalu yang mana minat masyarakat mencapai 19,69 persen.
Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia menyampaikan alasan kenapa minat masyarakat untuk menjadi petani berkurang. Yakni diantaranya ialah banyaknya lahan pertanian yang sudah beralih fungsi, serta pola pikir generasi muda yang menyebut bahwa pertanian tidak menguntungkan.
“Meadseat generasi muda bahwa, yang namanya bekerja itu manufaktur atau pabrik, bukan pertanian, sedangkan untuk jasa yang cuman jualan dihitungnya itu tidak bekerja. Terbukti, sekarang ini yang jadi petani mayoritas generasi tua, untuk generasi muda nya sangat minim sekali,” katanya, Rabu 10 Januari 2024.
Ia mengatakan, terdapat tiga lapangan pekerjaan utama yang digeluti oleh masyarakat yakni pertanian, manufaktur dan jasa. Dari ke tiganya tersebut sektor manufaktur mengalami peningkatan di tahun ini yakni mencapai 35,48 persen di 2023. Sedangkan pada 2022 lalu hanya sebesar 30,84.
“Manufaktur itu yang bekerja di industri, kalau jasa itu macem-macem misalnya jualan dan tukang ojek. Dari ketiga itu, sektor manufaktur yang paling tinggi dibandingkan sektor lainnya, karena memang meadseat bekerja itu ya di pabrik, bukan pertanian maupun jasa-jasa,” ujarnya.
Sementara itu, untuk persentase jumlah angkatan kerja pada tahun 2023 tepatnya per bulan Agustus mengalami peningkatan yakni sebanyak 796,82 ribu orang, atau naik sebanyak 77,17 ribu apabila dibandingkan dengan tahun 2022. Sedangkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) turun sebesar 1,03 poin persen.
“Selain itu, untuk penduduk yang bekerja pada Agustus 2023 sebanyak 717,58 ribu orang, naik sebanyak 74,30 ribu atau 11,55 persen dibandingkan dengan Agustus 2022,” tegasnya.
Ia menyebut, jika mayoritas masyarakat di Kabupaten Serang berkerja pada sektor informal yakni mencapai 56,34 persen. Sementara sisanya sebanyak 43,66 persen bekerja pada kegiatan formal.
Sementara untuk data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2023 sebesar 9,94 persen, turun 0,67 poin persen dibandingkan dengan Agustus 2022.
“Pengangguran di Kabupaten Serang, menurun di 2023 sebesar 0,67 poin persen dibandingkan dengan Agustus 2022. Semoga, penurunan ini terus terjadi di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











