LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Lebak mencatat selama tahun 2023 total terjadi 119 bencana kebakaran di 28 kecamatan di seluruh Kabupaten Lebak.
Selama tahun 2023, rata-rata bencana kebakaran di Kabupaten Lebak disebabkan oleh pembakaran sampah yang mengakibatkan kebakaran lahan hingga hutan.
Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Lebak Iwan Darmawan mengatakan, kebakaran di Lebak penyebabnya masih didominasi oleh pembakaran sampah dan korsleting listrik, sehingga mengakibatkan kebakaran lahan dan rumah.
“Untuk dominan penyebab kebakaran, karena pembakaran sampah 64 kejadian dan korsleting listrik 63 kejadian selama 2023, jadi rata-rata dua hal tersebut yang menjadi awal penyebabnya,” kata Iwan kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 24 Januari 2024.
Untuk diketahui dari total 119 kejadian, bencana kebakaran paling banyak terjadi pada bulan September sebanyak 45 kejadian. Selain faktor penyebab lain tingkat kebakaran tinggi karena pada bulan tersebut merupakan puncaknya fenomena El Nino.
Mayoritas kejadian bencana kebakaran lahan, yang hampir setiap harinya terjadi pada beberapa wilayah Kabupaten Lebak dimulai dari Kecamatan Rangkasbitung, Gunungkencana dan Kalanganyar.
Iwan menyampaikan, kepada warga untuk tetap menjaga lingkungan sekitar dan terus melakukan upaya-upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran.
“Selalu menjaga lingkungan sekitar dari bahaya kebakaran terutama konsleting listrik dan pengecekan kembali kompor gas atau sumber api lainnya yg bisa terjadi kebakaran,” ucapnya.
Sementara Petugas Damkar Lebak Ade Apriyadi menyampaikan masyarakat Kabupaten Lebak juga harus tertib tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
“Jadi tetapi patuhi ketertiban dan saling menjaga lingkungan sekitar, karena untuk mencegah itu dimulai dari kesadaran diri kita sendiri selaku warga yang baik,” tutur Ade.
Ditambahkannya, kedepannya Damkar Lebak akan mendapatkan bantuan berupa adanya Relawan Pemadam Kebakaran (redkar) di tingkat desa sehingga hal tersebut memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
“Semoga dengan adanya tembahan redkar bisa membantu tugas kita semuanya, dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mencegah bahaya kebakaran sejak dini,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Abdul Rozak











