SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Calon presiden nomor urut 1 Anis Rasyid Baswedan melakukan kampanye terbuka di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Selasa, 30 Januari 2024.
Dalam kampanyeya, Anis menyoroti soal keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan keberlanjutan ekologi serta kesejahteraan para petani.
Anis mengatakan, pihaknya menerima aspirasi masyarakat di Padarincang mengenai perlindungan lingkungan hidup. Dimana terdapat pembangunan yang tidak memperhatikan keberlangsungan ekologi.
“Masyarakat memiliki aspirasi terkait dengan perlindungan lingkungan hidup, kita ingin Indonesia ke depan adalah negara yang diberikan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Satu sisi ada pembangunan ekonomi, satu sisi merawat ekologi secara serius, itu salah satu misi utama kami,” katanya, saat diwawancarai usai melakukan pidato politiknya, Selasa, 30 Januari 2024.
Menurutnya, pembangunan proyek strategis nasional sekalipun harus tetap memperhatikan lingkungan hidup dan juga masyarakat yang ada di sekitar. Tentunya, pembangunan yang ada di daerah harus memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Semua yang terkait pembangunan harus memberikan keseimbangan lingkungan. Pembangunan seperti ini bukan pertama kali di dunia, di berbagai tempat dilaksanakan. Di banyak tempat banyak yang membangun dengan memperhatikan lingkungan. Kenapa sering kali lingkungan itu tidak diperhatikan, karena tidak mau mengeluarkan ongkosnya, dan tidak mau repot waktunya,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan yang hanya memikirkan profit semata adalah metode pembangunan yang kuno. Untuk itu, dia berkomitmen menerapkan tiga P dalam setiap pembangunan yang ada di Indonesia apabila terpilih sebagai presiden.
“Padahal tidak bisa sekarang semua kegiatan satu P, atau profit. Sekarang tiga P yaitu Profit atau memberikan keuntungan. Planet, artinya bagik untuk lingkungan dan terakhir people atau memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang kegiatan usaha satu p itu kuno. Ini supaya semuanya selaras,” tegasnya.
Dia berjanji pada 100 hari kerjanya nanti akan memiliki program menyejahterakan para petani di Indonesia. Caranya, melakukan upaya tataniaga pangan agar terdapat keuntungan baik bagi masyarakat ataupun bagi para petani.
“Kami menyadari masyarakat yang hidup pada kegiatan pertanian masalah utamanya pupuk, sehingga kita sampaikan di 100 hari pertama kami akan melakukan reformasi tataniaga pangan supaya harga kebutuhan pokok murah di tangan masyarakat, di sisi lain yang memproduksi mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











