LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID -Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lebak menyasar anak sekolah dasar untuk meningkatkan kewaspadaan rabies sejak dini.
Instansi yang dipimpin Rahmat Yuniar ini melalui UPTD Puskeswan menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rabies pada siswa sekolah dasar di SDN 2 Selaraja, Kecamatan Warunggunung.
“Ya, kita sasar anak SD melalui kegiatan KIE mengenai rabies,” katanya, Senin, 5 Februari 2024.
Dia mengatakan, acara itu untuk menyosialisasikan kepada para siswa tentang zoonosis rabies, upaya pencegahan, penyebaran dan pengendaliannya. Utamanya bagaimana penanganan ketika digigit oleh hewan penular rabies dan mencegah terjadinya rabies pada hewan penular rabies (HPR) peliharaan.
“Diharapkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya rabies, mengingat kasus gigitan banyak terjadi pada anak-anak akibat provokasi yang dilakukan kepada hewan penular rabies.
Dia mengatakan, rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf mamalia (termasuk manusia) yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia. Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya melalui gigitan.
“Hewan yang menularkan rabies di antaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Lebih dari 99 persen kematian manusia akibat rabies disebabkan oleh gigitan anjing,” katanya.
Meskipun sifatnya sangat mematikan, kata Rahmat, rabies bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi. “Penyuntikan vaksin rabies pada hewan merupakan kunci untuk memberantas penyakit ini,” ujarnya.
Disnakeswan Lebak terus meningkatkan cakupan pelayanan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies yang sudah menjadi pelayanan rutin dalam rangka pengendalian penyakit rabies.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Hari Setiono mendukung sosialisasi mengenai rabies di lingkungan sekolah mengingat rabies salah satu jenis penyakit mematikan yang diakibatkan gigitan hewan penular rabies.
“Kami mendukung edukasi mengenai rabies di sekolah utamanya bagaimana penanganan ketika digigit oleh hewan penular rabies,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











