SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Banten di awal tahun ini tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten pun ungkap penyebabnya.
Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, ada beberapa penyebab kasus DBD saat ini tinggi. “Perubahan iklim dengan suhu yang memanas serta fenomena El Nino membuat kasus DBD meningkat signifikan,” ujar Ati.
Selain itu, lanjutnya, curah hujan yang tidak menentu menyebabkan timbulnya banyak genangan-genangan air yang menjadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk aedes aegypti. “Tinggal atau sedang bepergian ke daerah tropis juga bisa menjadi penyebab DBD,” tuturnya.
Memiliki riwayat infeksi virus dengue, Ati juga mengaku dapat menjadi penyebab DBD. “Anak-anak, lansia, dan orang yang kekurangan sistem kekebalan tubuh mudah terkena DBD,” ujarnya.
Terakhir, kata Ati, lingkungan tempat tinggal yang tidak dijaga kebersihannya juga menjadi pemicu DBD.
Ia mengaku, ada beberapa upaya yang dilakukan Dinkes Provinsi Banten dalam pencegahan dan pengendalian DBD. Pertama, membuat Surat Edaran kewaspadaan dini terhadap pencegahan dan pengendalian DBD dalam memasuki musim hujan ke Dinkes kabupaten/kota.
Kemudian melakukan validasi data DBD baik Insiden Rate/IR dan Case Fatality Rate/CFR untuk tahun 2023. “Kami juga menyiapkan logistik dalam pencegahan dan pengendalian DBD yakni RDT DBD insektisida dan larvasida. Kami juga melakukan sosialisasi/pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD,” tutur Ati.
Diketahui, berdasarkan catatan Dinkes, sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, ada 1.619 kasus DBD di Banten dengan jumlah kematian delapan orang. Kasus kematian itu terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











