SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan ibu rumah tangga alias emak-emak di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, mendapatkan pelatihan tata boga yang diselengarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Kamis, 29 Februari 2024.
Pelatihan tata boga itu merupakan program dari DP3AKKB Banten untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, stunting, dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Hadir dalam acara, Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, yang mengapresiasi program yang diinisiasi oleh DP3AKKB Banten itu.
“Kami memberikan apresiasi sebab program ini menyasar langsung para keluarga yang berkaitan dengan kemiskinan ekstrem dan risiko stunting. Bahkan, di antara para peserta terdapat beberapa di antaranya yang merupakan single mom,” ujar Yeremia.
Dikatakanya, program ini menyasar para ibu rumah tangga di delapan kabupaten dan kota se-Banten. Terdapat 70 lebih lokasi fokus program pelatihan tata boga ini.
Menurutnya, pelatihan tata boga adalah langkah yang sangat berharga bagi siapa pun yang tertarik memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam dunia memasak dan gizi.
Program-program pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik-teknik dasar memasak, tetapi juga mengeksplorasi berbagai aspek penting seperti kebersihan, presentasi hidangan, dan pemahaman tentang nilai gizi.
“Salah satu manfaat utama dari pelatihan tata boga adalah kemampuan untuk mengembangkan kreativitas dalam memasak. Peserta pelatihan diajak untuk bereksperimen dengan berbagai bahan dan teknik memasak sehingga dapat menciptakan hidangan-hidangan yang unik dan lezat. Selain itu, mereka juga belajar tentang penyajian yang menarik, yang tidak hanya memperindah hidangan tetapi juga meningkatkan pengalaman kuliner secara keseluruhan,” tuturnya.
Ia pun berharap adanya keberlanjutan dari pelatihan ini, yakni pemahaman tentang cara marketing dan hal lainnya.
Untuk itu, ia meminta kepada stakeholder terkait untuk terus mengencarkan program pemberdayaan yang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung.
“Setiap peserta pelatihan ini diberikan satu buah unit oven, nah kita minta setiap kelompok pelatihan ini membuat grup dengan chief-nya untuk mendiskusikan tentang resep dan hal-hal lainnya,” harapnya.
Ia yakin, program tata boga ini akan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan ibu rumah tangga. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, yang mana orderan untuk kue pasti tinggi.
“Program ini adalah implementasi dari Perda Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah, yang mana peran perempuan dalam pembangunan daerah ini perlu kita kokohkan. Karena perempuan sendiri merupakan tiang dari fondasi keluarga, jika tiangnya kokoh maka pembangunannya juga kokoh,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











