SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang akan meneruskan program gerakan menanam cepat untuk menanggulangi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Kepala DKP3 Kota Serang Sony August mengakui bahwa terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran yang cukup tinggi selain beras.
Kenaikan harga tersebut seperti telur ayam ras, bawang, cabai merah baik jenis TW atau besar, hingga cabai keriting, dan cabai rawit merah.
“Memang betul, kondisi sebelum bulan puasa terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Mulai dari beras, telur, cabai, dan bawang. Makanya, sekarang ini kami sedang berupaya menangani kelangkaan bawang dan beras di Kota Serang,” ujarnya, Kamis, 7 Maret 2024.
Ia mengatakan, selain harga barang kebutuhan pokok yang naik, masyarakat juga cukup kesulitan untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Pasalnya, terdapat beberapa jenis komoditas yang tidak ada di pasaran, karena kurangnya pasokan dan peminat yang jarang.
“Bahkan saat ini ada keterbatasan akses masyarakat untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok itu. Inflasi pun sekarang lumayan meningkat,” katanya.
Untuk menanggulangi kenaikan harga itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan Bank Indonesia Banten dan sejumlah pihak lainnya melakukan kegiatan gerakan menanam cepat. Mulai dari penanaman bawang, cabai, hingga beberapa komoditas lainnya seperti tomat untuk menekan inflasi sekaligus memasok kebutuhan masyarakat.
“Kami ada gerakan menanam bawang di Kecamatan Kasemen, dengan luasan lahan sekitar 2,6 hektare. Kemudian, untuk gerakan tanam cabai masih tersebar lokasinya dan di setiap kecamatan itu ada, dengan luasan total keseluruhan sekitar 17 hektare,” jelasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Serang Yedi Rahmat mengatakan, untuk stabilisasi harga dan menekan inflasi di daerah Pemerintah Kota Serang telah melaksanakan gerakan pangan murah. Diselenggarakan di berbagai wilayah baik kecamatan, hingga sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan dibuka secara umum untuk masyarakat.
“Saat ini upaya yang kami lakukan adalah dengan melaksanakan gerakan pangan murah, yang sebetulnya sudah kami laksanakan sebanyak 26 kali, baik di Puspemkot, perumahan, hingga pondok pesantren,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi











