SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak delapan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan 12 bidan yang membuka praktik bersalin di rumahnya ikut bekerja sama dalam program Bayi Lahir Langsung Antuk Akta Kelahiran, KK dan KIA (Balung Anak) yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang.
Delapan Fasyankes tersebut terdiri dari empat rumah sakit, tiga puskesmas dan satu klinik. Tiga rumah sakit yang bekerja sama yakni RSIA Puri Garcia, RS Hermina Ciruas, RS Budiasih dan RS Tonggak Husada Bojonegara.
Lalu ada tiga puskesmas yang ikut bekerja sama yaitu Puskesmas Kramatwatu, Puskesmas Pamarayan dan Puskesmas Tirtayasa. Lalu untuk klinik yakni Klinik Syakirah Medika Kota Serang.
Plt Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Tubagus Maftuhi mengaku, jumlah puskesmas yang ikut dan bekerja sama untuk melaksanakan program Balung Anak masih sangat sedikit apabila dibandingkan dengan total keseluruhan puskesmas yang ada di Kabupaten Serang.
Untuk itu, pihaknya terus berupaya untuk menyosialisasikan program tersebut kepada pihak puskesmas agar mereka mau ikut melaksanakan program tersebut.
“Ini kita lakukan sosialisasi dengan kepala puskesmas yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Serang. Kita sudah mengundang 28 Kapus yang nantinya apabila mereka setuju akan kita laksanakan MoU,” katanya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis 7 Maret 2024.
Menurutnya, program Balung Anak yang digagas oleh Disdukcapil Kabupaten Serang dapat membantu orang tua untuk mengurus dokumen-dokumen kependudukan untuk anaknya seperti Kartu Identitas Anak (KIA), Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga tanpa harus bolak balik ke kantor dinas.
“Ini mudah karena dikolektif oleh Puskesmas, bekerja sama dengan Dukcapil. Ketika ada bayi yang baru lahir, pihak puskesmas sudah menyiapkan berkasnya untuk mengurus dokumen-dokumen tadi. Jadi ini efektif, ketika persyaratan lengkap dapat kita terbitkan. Ini efektif mengurangi kos anggaran operasional untuk mengurus,” katanya.
Ia menegaskan jika program Balung Anak gratis untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Serang. “Ini tidak dipungut biaya sepeser pun, biar masyarakat senyum sehingga begitu lahir dan pulang dari puskesmas mereka bisa membawa dokumen-dokumen kependudukan,” jelasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











