Oleh: Dr KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Qs. Al-Baqarah:183)
Tarhib Ramadan
Ramadan adalah istilah yang asing bagi sebagian umat Muslim. Namun, ada juga umat Muslim yang mengetahui arti dari tarhib Ramadhan. Tarhib Ramadhan sendiri berakar dari bahasa Arab. Secara bahasa, tarhib Ramadan adalah menyambut bulan suci Ramadan. Sejatinya, Ramadan adalah bulan istimewa yang hanya datang satu tahun sekali. Dengan demikian, tarhib Ramadhan dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim.
Secara etimologi, kata tarhib berasal dari bahasa Arab ra-hi-ba, yarhabu, rahbun yang artinya luas, lapang, dan lebar. Kata tersebut lalu berubah menjadi fi’il rahhaba, yurahhibu, tarhiban yang berarti menyambut, menerima dengan penuh kelapangan, kelebaran dan keterbukaan hati. Dengan begitu, tarhib Ramadhan adalah upaya memantaskan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
Sedangkan menurut Kata Tarhib Bukan diperuntukkan untuk Ramadan saja. Seperti kalimat al-Tarhib (kata sambutan), menyambut mudir, presiden, dan lainnya, atau mudahnya, kata tarhib adalah ungkapan selamat datang atas kedatangan seseorang, atau kehadiran sesuatu yang indah. Sama dengan ungkapan “Marhaban”. Yaitu “Aku sambut engkau dengan penuh kelapangan hati dan pikiran, juga aku sambut engkau dengan seluruh jiwa dan ragaku.
Dengan demiikian dapat disimpulkan bahwa tarhib Ramadan adalah menyambut bulan Ramadan dengan senang hati, dengan tangan terbuka, dengan penuh kebahagiaan baik jiwa dan raga. Secara umum, tarhib Ramadan adalah menyambut bulan suci Ramadan dengan segala kesiapan, keluasan, serta kelapangan jiwa dan raga. Sebab pada bulan Ramadan akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan lamanya yang membutuhkan persiapan kesehatan fisik dan mental.
Amalan Ramadan
Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam. Di bulan suci ini pula banyak orang berlomba-lomba melakukan amalan dengan harapan dapat mendatangkan kebaikan serta pahala dari Allah SWT. Terdapat amalan di bulan Ramadan yang dapat dilakukan untuk menambah pahala.
Bukan persoalan menahan hawa nafsu dan lapar saja, bulan suci Ramadan merupakan momen terbaik bagi umat muslim dalam menjalankan amalan-amalan sederhana untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Karena itu banyak dari umat muslim yang sangat merindukan bulan penuh berkah ini dan berlomba-lomba untuk menjalankannya dengan baik. Sebelum menjalankan ibadah pada bulan yang penuh dengan kemuliaan ini, ada baiknya kita mengetahui amalan-amalan apa saja yang bernilai ibadah untuk memperbanyak pahala yang didapat.
Dengan kemuliaan yang dimiliki bulan Ramadan, Nabi Muhamad Saw juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, baik wajib maupun sunnah. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan (amal sunnah) di dalamnya (Ramadhan) samalah ia dengan orang yang menunaikan suatu ibadah wajib di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan suatu amalan wajib di dalamnya samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh amalan wajib di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga.” (HR Ibnu Khuzaimah)*
Di antara analan bulan Ramadan, Pertama, Ibadah malam. Melaksanakan ibadah malam seperti salat tahajud, tadarus Al Quran, berzikir, hingga berdoa di bulan Ramadan memiliki banyak keutamaan. Kedua, Perbanyak sedekah. Orang yang berpuasa hendaknya memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama makanan atau minuman untuk barbola puasa. Orang yang memberi makanan atau minuman untuk orang yang berpuasa akan mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi.
Ketiga, Membaca Al Quran. Alangkah lebih baik apabila dapat mengkhatamkan Al Quran dalam satu bulan Ramadan. Rasulullah SAW berkata kepada Abdullah bin Amru: “Bacalah (khatamkanlah) Al Quran sekali dalam sebulan.” (HR Bukhari). Keempat, Mendirikan salat tarawih. Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan, momen ini dapat dimanfaatkan untuk banyak beribadah seperti mendirikan sholat tarawih.
Kelima, Iktikaf di masjid. Iktikaf adalah berada di masjid dalam beberapa waktu sebagai suatu ibadah sebagai upaya untuk menjauhkan pikiran dari keduniaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keenam, Perbanyak berdoa saat berbuka puasa. Membaca doa saat berbuka puasa. Rasulullah SAW bersabda : ‘Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka, doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah).
Ketujuh. Beribadah di malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang mulia dibandingkan malam lainnya dan sering disebut sebagai malam seribu bulan. Amalan yang dapat dilakukan menyambut Lailatul Qadar di antaranya iktikaf, membaca doa, mendirikan sholat, membaca sholawat nabi, membaca Al Quran, dan memperbanyak zikir. Kedelapan, Menjaga ucapan. Menjaga ucapan juga termasuk amalan yang perlu dilakukan di bulan Ramadhan. jagalah ucapan dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat, terlebih jika dapat mengurangi pahala puasa dan menimbulkan dosa.
Kesembilan, Perbanyak Mengucapkan tasbih, tahmid, dan takbir Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali, dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali; maka semuanya berjumlah 99.” Lalu beliau berkata lagi, “Dan ke-100 nya mengucapkan, “Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahu al-mulku wa lahu al- hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (Tiada sesembahan melainkan Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian; dan Dia adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu)”, maka diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih yang ada di lautan.” (HR Muslim, Abu Dawud). Itulah beberapa amalan di bulan Ramadhan yang dapat dilakukan untuk menambah pahala.
Khatimah
Sebagai bulan yang penuh ampunan, banyak orang yang berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Memang, di bulan lain amalan dan perbuatan tersebut juga berpahala serta tak kalah baik. Tapi, amalan bulan Ramadan yang dilakukan secara rutin mendapatkan berkah yang melimpah.
Amalan amalan yang telah dijelaskan penulis. Meski bisa dilakukan pada bulan-bulan lainnya tak ada salahnya memperbanyak sedekah pada bulan Ramadan. Ini karena akan memiliki keistimewaan tersendiri. Jika dilakukan secara rutin selama satu bulan penuh, amalan bulan Ramadan ini akan menjadi kebiasaan baik.
Pada bulan Ramadan perbanyak berinteraksi dengan Al-Qur’an, hal dimaksud merupakan salah satu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. karena memberikan manfaat yang sangat banyak baik didunia maupun di akhirat. Selain itu, berinteraksi dengan Al-Qur’an merupakan salah satu amalan yang sangat penting di bulan Ramadhan.
Semoga Bermanfaat.

Dr KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan& Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional).











