CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan warga menyerbu Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Kamis, 21 Maret 2024.
Pantauan di lokasi, sekira pukul 09.00 WIB, tampak ibu-ibu memadati halaman kantor DKPP Cilegon dan antre di delapan stand yang menjual berbagai macam kebutuhan bahan pokok, seperti beras, telur ayam, minyak, gula pasir, dan sejumlah hasil produk Kelompok Wanita Tani (KWT) Cilegon.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin mengungkapkan, antusiasnya masyarakat yang datang ke Bazar GPM tak terlepas dari selisih harga yang dijual di bazar ini.
“Ada selisih harga yang menarik di sini, jadi saya kira ketersediaan pangan tidak masalah tapi hanya mungkin masyarakat antusias ini karena selisih harga,” kata Maman usai mengunjungi bazar di DKPP Cilegon, Kamis, 21 Maret 2024.
Kata dia, digelarnya bazar ini untuk menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan pangan di Kota Cilegon keadaan baik.
“Jadi ketersediaan pangan di Cilegon tidak masalah, sekali lagi untuk cadangan stok pangan di Cilegon aman,” katanya.
Kepala DKPP Kota Cilegon, M Ridwan mengatakan, pada gelaran bazar pangan ini, dari 11 bahan komoditas yang disediakan adalah paling banyak komoditas beras sebanyak lima ton.
“Beras masih jadi incaran ibu-ibu, karena yang dijual di sini semuanya di bawah pasaran,” katanya.
Diakuinya, Gerakan Pangan Murah ini merupakan program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Hal itu dilakukan untuk mengakomodir masyarakat dalam mempersiapkan Idul Fitri 2024.
“Ini Gerakan Pangan Nasional program dari Pusat, semua kabupaten/kota juga melaksanakan agar terakomodir ketersediaan pangan di masyarakat dan menekan inflasi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan harga yang tinggi, karena stok pangan ini aman, dan beli lah sesuai dengan kebutuhan.
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Pasri, mengaku sudah datang sejak pukul 8.00 WIB hanya untuk membeli beras yang dijual di Bazar GPM.
“Alhamdulillah adanya bazar ini saya merasa terbantu, karena kalau beli di pasaran harga beras masih mahal, tapi di sini lumayan murah lima kilogram beras ini hanya Rp 54 ribu ada selisih Rp 21 ribu dari harga pasaran,” akunya. (*)
Editor: Agus Priwandono











