PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal Calon Bupati Pandeglang Tb Entus Mahmud Sahiri mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati Pandeglang di Partai Demokrat dan PKB.
Pengambilan formulir pendaftaran Bakal Calon Bupati Pandeglang langsung oleh Tb Entus sendiri yang datang menyambangi Kantor DPC Demokrat dan DPC PKB Kabupaten Pandeglang.
Kedatangan Tb Entus Mahmud Sahiri ke Kantor DPC Demokrat disambut Ketua DPC Partai Demokrat Fuhaira Amin dan disambut Ketua DPC PKB Kabupaten Pandeglang Nawawi Nurhadi.
Bacalon Bupati Pandeglang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan sudah mendapat dukungan penuh dari PPP.
“Di mana PPP sudah melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim) tingkat kabupaten dengan mengumpulkan PAC yang dihadiri DPW, bahkan mendeklarasikannya sebagai Bacalon dari PPP,” katanya di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang, Rabu, 24 April 2024.
Tb Entus mengatakan, ia mendaftar ke Demokrat. Mudah-mudahan juga mendeklarasikan sebagai calon dari Demokrat.
“Yang memotivasi mencalonkan pada Pilkada 2024 Pandeglang, karena ingin memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat Pandeglang sebagai tanah kelahirannya dan daerah leluhurnya,” katanya.
Tb Entus sudah meninggalkan tanah kelahirannya selama puluhan tahun. Jadi karier selanjutnya ia ingin mengabdi untuk Kabupaten Pandeglang.
“Dengan bekal pengalaman dan pendidikan bidang pemerintahan,” katanya.
Lebih lanjut Entus menjelaskan, sebelumnya ia berkarier di luar Kabupaten Pandeglang. Sebelumnya menjabat Sekda Kabupaten Serang dan mungkin sekian puluh tahun mengabdi di Kabupaten Serang dan pernah juga berdinas di Provinsi Jawa Barat.
“Sudah saatnya sekarang kembali ke tanah kelahiran untuk menjadi Bupati Pandeglang. Saya harapkan Partai Demokrat juga mudah-mudahan membuka peluang juga buat jalan saya menuju Pandeglang 1 periode 2024-2029,” katanya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang Fuhaira Amin mengatakan, sementara ini ada delapan orang mengambil formulir.
“Nah ini yang ke-8 itu Haji Tb Entus Mahmud, yang pertama itu Rifky Hermiansyah dari Gerindra, yang kedua dari Internal Demokrat Yoyon Sujana, ketiga Diana Jayabaya dari PDI Perjuangan. Yang keempat Risya Natakusumah, Iing Andri Supriadi, Tb Asep Rapiudin Arief, Raden Dewi Setiani dari birokrat,” katanya.
Fuhaira mengungkapkan, DPC Partai Demokrat membuka penjaringan secara umum, karena melihat dan mencari seleksi bagaimana putra terbaik bangsa untuk bisa memajukan Kabupaten Pandeglang. Jadi posisinya diperlakukan sama jadi tidak ada beda-beda.
“Jadi, internal pun harus ikut mendaftar mengambil formulir. Dan nanti terakhir tanggal 27 April, terakhir pengembalian,” katanya.
Kemudian, terkait rekomendasi calon itu berjenjang. Setelah semua matrik rekapitulasi dari semua maka selanjutnya dari DPC memberikan pertimbangan-pertimbangan terkait apa plus minus dari semua bacalon.
“Termasuk matrik apakah Tb Entus ini mendaftar bupati saja wakil bupati atau fleksibel. Nah itu kita matrikan, nanti setelah semua selesai kita diskusi komunikasi politik paling cepat minggu depan kepada partai politik maupun para calon,” katanya.
Nanti endingnya DPP yang memberikan rekomendasi. DPC Partai Demokrat melakukan komunikasi antar parpol dengan membuka pendaftaran ini bagian SOP-nya.
“Jadi kalau ada partai katakanlah tidak mendaftarkan diri berarti dia sudah menutup ruang itu. Artinya kita juga punya prioritas kita akan lakukan komunikasi politik secara resmi setelah ditutup,” katanya.
Ketika ditanya, bagaimana sosok Tb Entus, Fuhaira mengatakan, kalau di lihat ia dari birokrat.
“Bahwa di Pandeglang ini juga perlu sosok seperti beliau, ya dengan pengalaman tadi disampaikan, baik di Provinsi Jawa Barat, menjadi Sekda Kabupaten Serang. Ini menjadi pertimbangan-pertimbangan, bahwa tidak diragukan kiprahnya, dalam menangani pemerintahan,” katanya.
Tb Entus sudah menjabat sebagai Sekda sudah tidak diragukan. Khususnya dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Hanya kita kan tidak melihat itu, demokrasi ini kan kepada masyarakat. Nanti yang menilai masyarakat,” katsnya.
Hasil survei di masyarakat bagaimana? Lalu kemudian tadi yang disampaikan, Tb Entus ini sudah komunikasi dengan PPP yang memiliki lima kursi.
“Tidak cukup kan minimal harus 10 kursi, 20 persen dari kursi parlemen. Nah inikan dalam rangka ikhtiar dari mencari koalisi minimal 10 kursi atau lebih. Jadi kemarin tidak hanya katanya dengan Partai Gerindra, tapi dengan Demokrat, jadi kalau bisa the best belum bisa bicara sekarang kalau peluang semua sama memiliki peluang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor ; Aas Arbi











