PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal Calon Bupati Pandeglang Tb Entus Mahmud Sahiri menyerahkan formulir pendaftaran ke Kantor DPC Partai Demokrat Pandeglang, Sabtu, 27 April 2024.
Dengan mengenakan pakaian berwarna biru, Tb Entus berharap dapat diakui sebagai bagian dari Demokrat.
Tb Entus yang datang bersama tim pemenangan Entus Mahmud Sahiri alias Emas diterima Ketua DPC Partai Demokrat Pandeglang Fuhaira Amin.
Tb Entus mengungkapkan, secara garis besar persyaratan pendaftaran telah dipenuhi. Namun, jika ada kekurangan ia mengaku siap memperbaikinya.
“Hari ini sudah kami isi dan kami serahkan, tetapi bukan tidak mungkin di sana masih ada kekurangan. Kami mohon itu dimaklumi karena dua hari ini sepertinya tidak cukup,” katanya, Sabtu, 27 April 2024.
Selain itu, Tb Entus memiliki keinginan menjadi bagian dari Partai Demokrat. Ini ditunjukkan dengan warna pakaian yang dipilihnya saat mengambil dan mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon bupati.
“Saat pendaftaran pertama saya pakai baju warna biru, sekarang juga pakai baju biru. Itu keinginan untuk diaku oleh Partai Demokrat karena saya berangkat dari birokrat,” katanya.
“Itu yang paling penting, mudah-mudahan langkah ke depan bisa lebih bersinergi lagi. Antara Partai Demokrat dengan saya Tb Entus Mahmud membangun Kabupaten Pandeglang minimal lima tahun ke depan,” sambungnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang Fuhaira Amin mengatakan, proses penjaringan masih berjalan. Selanjutnya akan direkap berkas semua bakal calon yang telah mendaftar.
“Kita akan laporkan kepada pimpinan DPD dan dilakukan matrik. Ada beberapa calon tadi pagi dan siang yang sudah berpasangan, dan yang belum akan kita bandingkan kita matrik, dengan mana saja koalisi akan menentukan ini masih dinamis,” katanya.
Kata Fuhaira, proses penjaringan akan berjalan dua sampai tiga bulan ke depan.
“Sampai penutupan akhir nanti di 26 Agustus. Jadi, karena ini pilkada serentak kita lihat dari provinsi, sejauh mana peta politik linier (koalisi partai antara Pilgub dan Pilbup),” katanya.
Editor : Merwanda










