TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kegaitan mini loka karya dilakukan Pemerintah Kota Tangerang di Kecamatan Cibodas Senin 29 April 2024. Kegaitan tersebut dilakukan guna menekan angka stunting yang berada di wilayah Kecamatan Cibodas.
Camat Cibodas Buceu Gartina mengatakan, kegiatan penanganan anak cerdas dan sehat tersebut dilakukan dengan bekerja sama dengan DP3AP2KB, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan forum pimpiman tingkat kecamatan (Forkompimcam) Cibodas. Dimana tujuan kegiatan tersebut dilakukan untuk memonitor perkembangan anak di Kecamatan Cibodas.
“ Jadi tiap bulan kita ketemu untuk melakukan loka karya menentukan program apa yang akan dilakukan tiap bulannya. Sekaligus dalam kegiatan tersebut kita memberikan bantuan berupa 1 kg telur yang dilakukan secara bertahap selama dua minggu sekali kepada 20 keluarga rawan stunting. Bantuan tersebut berasal dari program sedekah sampah dan minyak jelantah dari pegawai di Kecamatan Cibodas,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Setda Kota Tangerang ini, Selasa 30 April 2024.

Buceu mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari sampah anorganik yang berasal dari pegawai Kecamatan Cibodas yang dikumpulkan selama periode terstentu. Hasil sampah tersebut, nantinya dijual yang hasilnya akan dibelikan sembako dan makanan bergizi untuk disedekahkan kepada warga yang memiliki anak rawan stunting.
“Jadi kita ngumpulin sampah anorganik dan juga mengumpulkan minyak jelantah. Hasilnya kami sedekahkan untuk membeli sembako yang nantinya kami berikan pada keluarga yang rawan memiliki anak stunting,” tambahnya.
Buceu berharap, masyarakat yang memiliki anak kecil memperhatikan asupan gizi dan makanan yang diberikan kepada anak anak. Terlebih, kandungan gizi yang masuk ke dalam tubuh anak akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan anak.
“Pesannya untuk masyarakat, khususnya bagi para orang tua mohon diperhatikan perkembangan anaknya dari sisi kesehatan dan makanannya. Harus memiliki gizi seimbang. Dan apabila anaknya malas makan jangan dibiarkan, cari solusinya. Sehingga asupan makanan dan gizinya terus bagus, kurangi jajanan yang tidak memiliki gizi seimbang,” pungkasnya. (adv)











