CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon bakal melakukan pemantauan sekaligus memeriksa kesehatan hewan kurban ke semua lapak hewan kurban.
Hal itu diungkapkan Dokter Hewan Berwenang pada DKPP Kota Cilegon, Dina Safitri saat dikonfirmasi RADARBANTEN.CO.ID terkait dengan mulai maraknya penjual hewan kurban di Kota Cilegon.
“Semua lokasi penampungan, dan lapak penjualan serta tempat pemotongan hewan kurban yang ada di Kota Cilegon akan dilakukan pemeriksaan. Hal itu untuk memastikan dan menjamin kesehatan pada hewan,” kata Dina melalui sambungan telepon, Senin 13 Mei 2024.
Dalam pemeriksaannya, lanjut Dina, terdapat kriteria yang akan dilakukan yakni yang aman dan sesuai syariat Islam adalah sehat dan hewan cukup umur sesuai syariat Islam.
“Biasanya kita melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu dua minggu sebelum perayaan Idul Adha dan hasil pemeriksaannya akan diserahkan jika memenuhi kriteria sehat dan tidak memiliki penyakit,” ujar Dina.
“Kita periksa juga kondisi kesehatannya apakah sudah divaksin PMK (penyakit kuku dan mulut-red) dan LSD (lumpy skin diseas-red) atau tidak ditemukannya kasus penyakit hewan menular dari hewan kepada manusia atau zoonosis,” sambungnya.
Dina juga mengungkapkan, terkait dengan vaksin PMK dan LSD atau cacar sapi bakal dilakukan melalui Tim vaksinasi DKPP Kota Cilegon.
“Untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu akan dilaksanakan secara aktif dengan mendatangi semua lokasi hewan kurban di Kota Cilegon,” ungkapnya.
Selanjutnya, pada pemeriksaan tersebut, selain diberikan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) hewan kurban juga diberikan disinfektan, leaflet dan stiker untuk menunjukan bahwa lokasi tersebut sudah diperiksa oleh Tim Keswan dan Kesmavet DKPP Kota Cilegon.
“Dengan adanya tanda itu, untuk memastikan bahwa hewan kurban layak disembelih dan menjamin kondisi hewan aman dan sehat,” tukasnya.
Sementara itu, Pemilik Villa Ternak Hari Bowo mengaku pihaknya siap dilakukan pemantauan maupun pemeriksaan terhadap hewan miliknya.
Karena menurutnya setiap mendatangkan hewan tersebut semuanya sesuai dengan SOP. Seperti mengemutamakan kesehatan hewan dengan dibuktikan SKKH dari tempat asal dan ketika hewan datang di Villa Ternak juga dilakukan SOP kesehatan dengan memberikan obat cacing, index vitamin serta pengecekan rutin seminggu sekali.
“Jadi kalau untuk kesehatan hewan kita utamakan, makanya dari harga itu kita cenderung di atas lapak lapak hewan, karena kita benar-benar mengutamakan kualitas hewan,” katanya. (*)
Reporter: Raju
Editor: AGung S Pambudi











