PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang menegaskan telah menangani 24.000 dari 68.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Penanganan 24.000 RTLH dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dari 2017 hingga akhir 2023.
Kepala DPKPP Kabupaten Pandeglang Roni mengatakan, jumlah RTLH di Kabupaten Pandeglang ada sekitar 68 ribu unit.
“Itu jumlah RTLH per tahun 2017. Dan kita belum merevisi kembali data itu,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 13 Juni 2024.
Kemungkinan besar ada perubahan kalau data tersebut direvisi kembali di tahun 2024 ini.
“Cuman kita belum merevisi. Adapun capaian saat ini untuk penanganan RTLH sudah sebanyak 24.000 unit,” ungkapnya.
Penanganan puluhan ribu RTLH ini merupakan hasil gabungan dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilakukan Dinas Perkim dan RTLH ditangani oleh Dinas Sosial.
“Sekitar 24.000 unit RTLH sudah ditangani hingga akhir tahun 2023. Dan sekarang kita nambah, penanganan BSPS itu sekitar 91 unit rumah di tahun 2024,” katanya.
Program bantuan penanganan yang turun ini baru dari Kabupaten Pandeglang dan bersumber dari APBD 2024.
“Yang turun ini baru dari Kabupaten. Belum turun nanti yang dari Kementerian antara bulan Juli-Agustus 2024. Syukur alhamdulillah di tahun ini, dari temen-temen di Dewan menganggarkan juga terkait penuntasan RTLH ini,” katanya.
Kalau tidak salah telah menganggarkan RTLH sekitar Rp 600 jutaan. Alhamdulillah bisa ikut berperan untuk penyelesaian RTLH di Pandeglang .
“Untuk nilai bantuan per unit yang reguler MBR atau BSPS reguler itu pagunya masih di Rp 17.500.000 sedangkan BSPS PKE (Penanganan Kemiskinan Ekstrim) itu Rp 20 juta,” katanya.
Salah satu penerima bantuan program BSPS, warga Kelurahan Babakan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, Suhendra mengaku senang menerima bantuan program BSPS.
“Senang, tadinya rumah saya bilik, sekarang mulai dibangun tembok. Rumah ini dulunya beratapkan asbes dan dindingnya bilik kondisinya bocor susah dibetulin,” tukasnya.
Editor: Mastur











