SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pedagang hewan kurban di Banten mengeluh. Menurut mereka, daya beli masyarakat terhadap hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah ini berkurang.
Seperti yang dialami oleh Erlan Setiawan, Owner Lapak Qurban Qita di Kota Serang. Erlan mengaku bahwa daya beli masyarakat pada tahun ini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu dibuktikan dengan tingkat penjualan sapi pada lapaknya yang merosot.
“Memang benar sampai dengan H -5 Lebaran Haji ini, kita melihat memang ada tren penurunan. Biasanya kita sudah ada pergantian sapi itu dua kali, dari kandang ke lapak. Ini baru round pertama, masih 40 persen yang terjual,” kata Erlan saat ditemui dilapaknya, Kamis, 13 Juni 2024.
Di lapaknya, Erlan menjual 39 sapi dari berbagai jenis, baik itu lokal maupun dari luar daerah. Adapun rentang harganya, ia menjual sapi dari kisaran harga Rp 17,5 juta hingga Rp 35 juta per ekor.
“Nah, dari 39 ekor sapi itu, baru 40 persennya yang kejual,” katanya.
Ia berpendapat bahwa tren penurunan ini disebabkan bertepatan dengan pergantian tahun ajaran pendidikan, sehingga para orang tua siswa membutuhkan biaya cukup besar untuk menyekolahkan anaknya.
“Mungkin orang memasuki transisi pindah sekolah atau masuk sekolah tahun ajaran baru, itu sih yang jadi kita lihat sementara ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











