SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kabupaten Serang akan memberikan pendampingan psikologis terhadap Erawati, ibu kandung korban pembunuhan pembunuhan anak yang dilakukan oleh suaminya bernama Agus.
Pemberian pendampingan dilakukan lantaran korban mengalami trauma yang cukup mendalam akibat melihat langsung kondisi anaknya yang meninggal saat sedang tidur bersamanya dengan kondisi yang mengenaskan.
Tim advokasi pada Satgas PPA Kabupaten Serang Pampang Rara mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan kepada orang tua korban yang masih mengalami syok akibat peristiwa yang menimpa keluarganya.
“Pendampingan yang diberikan dari aspek psikologinya, dari banyak hal terhadap orang tuanya karena dia mengalami syok,” katanya Kamis 20 Juni 2024.
Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya ibu korban menyaksikan langsung kondisi anaknya pasca menjadi korban kekejaman suaminya sendiri.
“Kondisinya masih syok melihat situasi itu, karena itu dia ceritanya tidur sama-sama, sadar karena tangannya merasa dingin seperti ada air, ternyata itu darah anaknya. Disitu langsung teriak, dan datang pamannya untuk membantu dan membawa anaknya ke puskesmas. Namun sudah tidak tertolong,” jelasnya
Ia mengaku, jika saat ini ibu korban dan kaka korban masih tinggal di rumahnya yang menjadi saksi bisu tindakan yang dilakukan oleh suaminya terhadap anaknya sendiri.
“Sekarang orang tua korban masih tinggal di rumahnya. Anak yang ada paling besar, anaknya sama ibunya di sana,” terangnya.
Nantinya selain melakukan pendampingan psikologis, pihaknya mengaku akan mendorong agar proses hukum dapat berjalan dengan maksimal.
“Kemudian mendorong untuk melakukan pendampingan hukum, ini agar penyidik Polres Serang langsung bergerak,” pungkasnya.
Diketahui kejadian naas tersebut terjadi di rumah korban yang berlokasi di Kampung Cibarugbug, RT 007 RW 004, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang,. (*)
Editor: Agus Priwandono











