SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang merupakan agenda tahunan yang menjadi program prioritas Kabupaten Serang untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Pada ajang tersebut, tahun ini, ada enam kategori penilaian. Yakni, partisipasi masyarakat terbaik, lingkungan paling berbunga, pengelolaan lingkungan terbaik, kampung terinovatif, pengelolaan sampah terbaik, dan kelompok pemuda penggerak lingkungan dan aman.
Direktur Utama Radar Banten Group, Mashudi mengatakan, dalam pelaksanaan LKBA Kabupaten Serang 2024, para peserta wajib mengirim satu RW sebagai perwakilan dalam ajang tersebut.
Dari satu RW tersebut, seluruh RT yang ada di dalam RW tersebut wajib ditata dan dijaga kebersihan, keamanan, dan keindahan lingkungannya.
“RT yang berada dalam lingkungan RW tersebut harus ditata. Karena kalau satu RW yang RT-nya ada tiga tetapi yang dibersihkan hanya satu RT, nilainya juga kecil. Untuk itu kita harus kompak kalau satu RW ada tiga RT, maka semuanya harus ditata ya itu kebersihan dan keamanannya,” katanya saat memberikan sambutan pada Roadshow LKBA Kabupaten Serang 2024, Rabu, 3 Juli 2024.
Selain kebersihan, keamanan, dan keindahan yang menjadi aspek penilaian, inovasi pemuda juga menjadi salah satu kategori dalam LKBA Kabupaten Serang 2024.
“Lalu untuk para pemudanya juga ada penilaian secara khusus dan juga ada hadiahnya namanya kelompok pemuda penggerak lingkungan. Setiap RW harus punya komunitas Pemuda penggerak lingkungan itu juga akan dinilai pemudanya melakukan kegiatan apa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap, tahun keenam pelaksanaan LKBA Kabupaten Serang ini membuat kesadaran masyarakat bisa lebih meningkat lagi untuk menjaga lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan merupakan tugas bersama agar tercipta lingkungan yang nyaman.
“Di tahun keenam ini kita sama-sama harus bertekad bagaimana setidaknya dalam masa lomba yang beberapa bulan ini kampung kita sama-sama kita jaga baik kebersihan maupun keamanannya. Kuncinya adalah kebersamaan Bapak Ibu semuanya di masing-masing RW peserta lomba,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











