PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puskesmas Mandalawangi menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal untuk 40 orang ibu hamil dan 86 balita gizi kurang di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Penyaluran bantuan PMT bumil dan balita gizi kurang dilaksankan oleh Puskesmas Mandalawangi yaitu untuk mencegah anak mengalami stunting.
Kepala Puskesmas Mandalawangi Elsa Mariana mengatakan, bantuan PMT pangan lokal diberikan kepada ibu hamil dan balita.
“Bumil menerima bantuan PMT yang kondisi hamil Kurang Energi Kronis (KEK),” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Puskesmas Mandalawangi, Rabu, 3 Juli 2024.
Elsa menjelaskan, kondisi ibu hamil yang memiliki risiko KEK itu secara fisik mempunyai ukuran lingkar lengan atas (LiLa) di bawah 23,5 centimeter. Atau indeks massa tubuh pada pra hamil yang mana usia kehamilan kurang dari 12 Minggu di bawah 18,5 kilogram.
“Jadi bumil kurus atau KEK yang menjadi sasaran untuk diberikan bantuan PMT pangan lokal,” katanya.
Sedangkan, bantuan PMT balita diberikan kepada balita yang dalam kurun waktu dua bulan berturut-turut tidak naik berat badannya atau gizi kurang. Apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan anak mengalami stunting.
“Jumlah balita mengalami gizi kurang senyak 86 balita. Dan untuk Bumil KeK itu sebanyak 40 bumil,” katanya.
Bumil KEK dan Balita gizi kurang yang saat ini mendapatkan pendampingan secara intens dari petugas ataupun tenaga kesehatan di Puskesmas Mandalawangi. Serta secara rutin mendapatkan bantuan PMT.
“Yang memang sebagai upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita gizi kurang. Untuk Bumil selama 120 hari sedangkan untuk balita selama 56 hari,” katanya.
Elsa mengungkapkan, pemberian makanan tambahan pangan lokal secara berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Artinya mereka menjadi terbiasa mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk kesehatan anak, balita dan ibu hamil.
“Karena pemberian bantuan PMT ini cukup panjang juga. Kurang lebih dua bulan untuk balita dan ibu hamil itu kurang lebih empat bulan,” katanya.
Selain menyalurkan PMT, Puskesmas Mandalawangi mebagikan tablet tambah darah remaja putri. Pembrian tablet tambah darah diberikan secara berkala.
“Ini juga bagian dari upaya mencegah stunting sejak dini kepada para calon ibu,” katanya.
Salah satu warga Mandalawangi, Roheti mengucapkan, terima kasih adanya bantuan PMT dari Puskesmas Mandalawangi.
“Bantuan diberikan sangat membantu. Karena tidak hanya mendapatkan asupan gizi tapi juga arahan untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











