SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Serapan pupuk subsidi di Provinsi Banten masih sangat rendah, dari jumlah alokasi pupuk yang ada yaitu 51.788 ton untuk jenis Urea, yang baru terserap hingga bulan Mei 2024 kemarin baru lah 29.007 ton atau sekitar 32,77 persen.
Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid. Katanya, dari 316.565 petani yang terdaftar pada Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) penerimaan pupuk subsidi. Baru, 137.732 yang melakukan penebusan.
“Artinya baru 44 persen yang terserap, masih ada 178.833 petani di Banten yang belum menebus pupuk subsidi,” kata Agus, Jumat 5 Juli 2024.
Melihat serapan yang rendah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama komisi pengawasan pupuk subsidi dan pestisida melakukan evaluasi terhadap penyaluran pupuk subsidi di Banten.
Hasilnya, ditemukan empat permasalahan yang menyebabkan rendahnya serapan pupuk subsidi yaitu volume pupuk bersubsidi belum mencukupi kebutuhan, petani kesulitan melakukan penebusan pupuk bersubsidi.
Petani belum terdaftar dalam e-RDKK, dan Banyak petani yang sudah berusia tua, jauh dari kios, transportasi sulit. Agus menerangkan, untuk mengatasi volume pupuk subsidi dan petani yang belum terdaftar, Pemerintah sudah menyiapkan solusi yaitu dengan menambah alokasi pupuk subsidi dan membuka ruang tambahan e-RDKK tiap empat bulan sekali.
“Kalau dulu kan harus menunggu tahun depan, sekarang kebijakan pak Presiden untuk anggota petani yang belum masuk kepada e-RDKK dapat dimasukan ke dalam portal data sehingga volume penerimanya bisa meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pgs Manager Penjualan Banten Adhitya Herwin Dwiputra berharap serapan pupuk subsidi di Banten dapat dilakukan secara optimal. Sebab, jumlah alokasi pupuk subsidi di Banten ini cukup banyak.
“Yang kita harapkan adalah petani melakukan penebusan sesuai dengan alokasi yang diberikan oleh pemerintah,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











