SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kabupaten Serang memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur dikembangkan di Kabupaten Serang adalah bawang merah.
Wilayah yang saat ini banyak menanam bawang merah ialah Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten, Serang Suharjo mengatakan, saat ini sejumlah petani di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, sedang melaksanakan panen bawang.
“Panen bawang merah di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, milik pak Rasito luasnya kurang lebih 2 hektare, baru panen kurang lebih 1/4 hektare, besok mau panen terus,” katanya, Kamis 11 Juli 2024.
Ia menilai, jika tanaman bawang di Desa Toyomerto tergolong sangat bagus dan tidak kalah dengan di wilayah lainnya. Dimana per hektare lahan bisa panen sekitar 8 hingga 9 ton.
“Produksi per hektare 9 ton jadi 2 hektare itu kurang lebih 18 ton. Lagi musim bagus sekarang, kebetulan petaninya itu penangkar benih juga, hasil panen nanti sebagian buat benih,” tegasnya.
Ia mengatakan, saat ini belum banyak wilayah di Kabupaten Serang yang menanam bawang merah. Hal itu dikarenakan para petani belum terbiasa menanam bawang merah.
“Untuk wilayah-wilayah yang mengembangkan bawang merah, itu di Kecamatan Kramatwatu, Baros dan Cikeusal. Cuman memang paling banyak di Kecamatan Kramatwatu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, jika produksi bawang di tiga kecamatan tersebut masih belum dapat mencukupi kebutuhan bawang merah Kabupaten Serang. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan, masih sangat bergantung dengan wilayah lain.
“Kalau kita mengharapkan terus diperluas, namun memang petani masih belum terbiasa makan bawang, ga berani buat nanam bawang. Rata-rata yang nanam bawang juga bukan orang asli sini tapi pendatang,” tegasnya.
Hal itu lanjut Suharjo, seharunya dapat ditangkap sebagai peluang ekonomi bagus oleh para petan karena bawang sendiri memiliki masa panen yang relatif cukup cepat dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.
“Bawang umurnya 60 hari 2 bulan, tapi tentunya tidak selamanya tanam bawang terus, kadang diselang dengan cabe. Harga nya fluktuatif, terendah sekitar Rp6 ribu pernah terjadi. Kalau sekarang harganya 23 ribuan lagi bagus, harga jual dari petaninya,” pungkasnya.
Di Kecamatan Kramatwatu sendiri kurang lebih ada sebanyak 60 hektare lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menanam bawang merah. Ia berharap agar nantinya bawang merah bisa dikembangkan di wilayah lainnya, sehingga produksi bawang merah bisa bisa semakin meningkat. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











