LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan siswa baru di Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, harus naik di atap mobil angkutan umum untuk berangkat ke sekolah.
Para siswa baru harus bertaruh nyawa, karena angkutan umum dari desa Kerta menuju Jalupang, Kecamatan Banjarsari, terbatas. Akibatnya, para siswa baru dan siswa lain harus naik di atas kap mobil angkutan umum.
Guru MTs Negeri 5 Lebak, Faturahman membenarkan, para siswa baru di MTs Negeri 5 Lebak harus naik di atas kap angkutan umum agar bisa berangkat ke sekolah atau madrasahnya. Kondisi tersebut akibat minimnya angkutan umum di wilayah tersebut.
“Iya, kasihan para siswa baru. Mereka harus bertaruh nyawa ketika akan menuntut ilmu,” kata Faturahman kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 16 Juli 2024.
Mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) ini mengungkap, jarak dari Kerta ke Jalupang lumayan jauh, yakni lebih dari 10 kilometer. Bagi orang tua yang tidak memiliki kendaraan, membuat anak-anaknya harus naik angkutan umum. Untuk itu, siswa baru yang tidak kebagian kursi di dalam angkutan, harus naik ke atas Kap Angkutan Umum agar bisa berangkat ke sekolah atau madrasah.
“Para siswa baru tersebut enggak hanya ke MTs N 5 Lebak, tapi juga ke SMP yang ada di Jalupang,” jelasnya.
Dia berharap, ke depan pemerintah daerah bisa menyediakan bus sekolah untuk anak-anak yang akan belajar. Karena, naik di atas kap angkutan umum sangat membahayakan bagi anak-anak tersebut. Jangan sampai, persoalan ini dibiarkan.
“Pemerintah harus memikirkan angkutan yang layak dan aman bagi anak-anak yang akan ke sekolah dan madrasah. Jangan menunggu ada korban,” harapnya.(*)
Editor: Mastur Huda











