LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Penunjukan bakal calon Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah oleh mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya (JB) menuai pro kontra di masyarakat. Sebagian menyayangkan penunjukan Amir Hamzah untuk mendampingi bakal calon Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, karena Amir merupakan mantan narapidana kasus korupsi.
Nurul Huda, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak menyatakan, pengumuman yang disampaikan JB pada Konferensi Cabang (Konfercab) X Nahdlatul Ulama tersebut sangat mengejutkan. Karena sebelumnya, JB telah memutuskan mengusung Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Hari Setiono untuk mendampingi anaknya.
“Namun, di perjalanan JB mengumumkan nama Amir Hamzah. Ini tentu kejutan bagi masyarakat Lebak,” kata Nurul Huda kepada Radar Banten, kemarin.
Terlebih, Amir Hamzah yang merupakan Wakil Bupati Lebak 2008-2013 pernah tersangkut masalah hukum. Jadi, kesannya di Lebak ini seperti tidak ada orang yang punya kapasitas dan integritas untuk menjadi pemimpin.
“Ini memang hak Pak JB dan keluarga besarnya memilih siapa. Tapi, masyarakat pun punya hak untuk memilih pemimpin berkualitas, berintegritas, dan tidak punya rekam jejak buruk di masa lalu,” tegasnya.
Nurul Huda mengakui, saat ini proses politik di Pilkada Lebak masih dinamis. Dia pun tidak tahu, Keputusan tersebut apakah sudah final atau belum, karena pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak baru dilaksanakan pada akhir Agustus 2024.
“Berubah atau tidak pendamping Hasbi, kita enggak tahu. Tapi, pengumuman bahwa wakil Hasbi adalah Pak Amir Hamzah, sangat mengejutkan,” ungkapnya.
Jika ditelisik, lanjutnya, pengumuman yang dilakukan oleh JB mengesankan bahwa bakal calon Bupati Lebak Hasbi Jayabaya tidak merdeka dalam memilih wakilnya sendiri.
“Kesannya ya seperti itu. Hasbi tidak punya keleluasaan untuk memilih calon pendampingnya di Pilkada 2024,” paparnya.
Wahyu, warga Kalanganyar, mengatakan, dirinya menyayangkan, pilihan JB yang mengumumkan Amir Hamzah sebagai pendamping Hasbi. Apalagi, mantan Wakil Bupati Lebak ini pernah punya catatan kelam, yakni terpidana kasus penyuapan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada Pilkada 2013 lalu.
“Kita menghormati pilihan Pak JB dan keluarganya memilih Pak Amir Hamzah. Ini tentu hak mereka. Tapi, masyarakat pun punya hak memilih pemimpin Lebak berdasarkan rekam jejak,” tegasnya.
Sementara itu, Nagfir, warga Cipanas, menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan penunjukan Amir Hamzah oleh JB sebagai pendamping Hasbi Jayabaya di Pilkada 2024. Menurutnya, siapapun yang dipilih JB, pastinya sudah dipertimbangkan dengan matang. Terpenting bagi dirinya, pemimpin Lebak hasil Pilkada 2024 dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Saya sih masa bodo mau wakilnya siapa. Pastinya, siapapun yang memimpin Lebak ke depan, mau Hasbi-Amir atau Sanuji-Dita, yang penting bisa menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Nagfir, banyak persoalan yang harus diselesaikan pemerintah daerah, khususnya masalah infrastruktur jalan, jembatan, sarana kesehatan, sarana pendidikan, dan kemiskinan ekstrem. Karena itu, dirinya ingin para calon Bupati dan Wakil Bupati tidak melakukan kampanye hitam. Lebih baik, adu gagasan di masyarakat agar Lebak ke depan bisa lebih baik dan maju.
“Saya lebih suka calon pemimpin yang punya kualitas dan mengedepankan gagasan. Kalau rekam jejak, bagi saya itu nomor sekian,” ungkapnya.
Editor : Merwanda











