TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di Simpang Poris tepatnya di Jalan Maulana Hasanudin, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang dikeluhkan pengendara.
Pantauan RADARBANTEN.CO.ID, penyebab kemacetan karena adanya alih fungsi rumah pribadi yang berubah peruntukannya dari sebelumnya tempat tinggal kini menjadi lokasi parkir motor yang letaknya berada di pinggir jalan.
Bahkan, lokasi parkir tersebut membeludak hingga ke trotoar akibat banyaknya motor yang parkir. Saat sore hari menimbulkan kemacetan di jalur tersebut.
Penyebab lain yang membuat simpang tiga tersebut macet yakni akibat sering melintasnya kereta commuter line dan kereta bandara. Alhasil membuat arus lalu lintas tersendat akibat adanya buka tutup perlintasan kereta.
Selain itu, penyebab lain kemacetan disebabkan banyaknya pengendara roda dua yang melakukan lawan arah. Akibatnya arus lalu lintas daerah tersebut mengalami kemacetan hingga 100 meter. Kemacetan lokasi tersebut terjadinpada pukul 17.00 – 19.00 WIB. Petugas Dishub berjaga untuk mengurai kemacetan dilokasi tersebut.
Data yang dihimpun dari PT KCI, untuk perjalanan Commuter line Stasiun Duri – Tangerang via Stasiun Poris PP perharinya mencapai jumlah 124 perjalanan saat weekday dan 110 perjalanan saat weekend. Sedangkan untuk kereta bandara frekuensi perjalanan mencalai 60 – 62 perjalanan PP perharinya.
Iwan Setiawan salah seorang warga Cipondoh menjelaskan, kemacetan di simpang Poris kerap terjadi pada sore mulai pukul 17.00 wib – 19.00 wib. “Macetnya biasanya sore hari bertepatan saat jam pulang kerja. Bisa sampai 100 meteran panjangnya,” ucapnya.
Iwan berharap, Pemkot Tangerang segera melakukan pelebaran jalan guna mengurai kemacetan dilokasi tersebut. Terlebih di simpang tersebut terdapat Stasiun Poris yang kerap terjadi aktifitas naik dan turun penumpang commuter line dan kereta bandara.
“Harapannya agar Pemkot melakukan pelebaran jalan agar masalah kemacetan dapat segera teratasi,” harapnya.
PJ Walikota Tangerang Nurdin dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, langkah-langkah yang telah dilakukan yakni melakukan peningkatan jalan pada persilangan kerera api. Hal itu dilakukan guna meminimalisir terjadi Bottleneck pada lokasi persilangan.
Namun, seiring peningkatan volume kendaraan yang ada, serta dalam rangka menghilangkan kondisi hambatan perlintasan sebidang memang perlu dipertimbangkan untuk konsep tidak sebidang.
Nurin mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak DJKA untuk mengkaji pengintegrasian stasiun Poris dengan stasiun Batuceper yang relatif berdekatan jaraknya dan berkoordinasi dengan BPJN dan BPJT.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan BPJN dan BPTJ dalam rangka penanganan bersama terkait permasalahan kemacetan di sekitar Stasiun Poris mengingat lokasi yang berdekatan dengan Terminal Poris Plawad,” imbuhnya.
“Integrasi layanan transportasi umum dengan Transjakarta untuk mengurangi volume kendaraan di jaringan jalan tersebut dan menempatkan petugas di lokasi kemacetan tersebut baik dari jajaran kepolisian maupun Dishub, pada saat jam sibuk,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











