LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sepanjang tahun ini, penderita Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Lebak mencapai 3.526 kasus, 55 di antaranya TBC RO.
TBC RO adalah TBC kebal obat yang sudah tidak bisa diobati oleh obat anti TBC (OAT) link pertama.
Karena itu, diharapkan penderita TBC agar dapat disiplin dengan rutin menjalani pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) terdekat maupun rumah sakit.
“Tahun ini, kita menemukan dan telah diobati penderita TBC sebanyak 3.526 orang, 55 di antaranya TBC RO. Yang paling banyak ditemukan di PKM Cibeber 173, PKM Maja 122, PKM Rangkasbitung 112, dan Fasyankes yang paling banyak mendiagnosa TBC adalah RSUD Adjidarmo 773 kasus TBC,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Rochmat Pudjiharjo, Senin, 2 September 2024.
Kata dia, dari ribuan penderita TBC tersebut telah tertangani karena minum obat secara rutin.
Namum, kegagalan pengobatan penyakit ini bisa terjadi bila pasien putus minum obat.
“Pengobatan TBC harus dilakukan selama enam bulan secara rutin, namun angka kegagalan (drop out) pengobatan penyakit paru-paru itu masih bisa terjadi, karena pasien putus minum obat. TBC juga dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.
Dia juga mengimbau kepada keluarga penderita TBC untuk mendampingi pasien TBC patuh berobat, sehingga bisa sembuh total.
“Dinkes juga melakukan Program Pendampingan Minum Obat (PMO) kepada penderita TBC untuk menekan angka putus berobat, sehingga ada pendamping yang bisa mengingatkan pasien untuk mengonsumsi obat selama enam bulan,” ucapnya.
Plt Kepala Dinkes Lebak, dr Budhi Mulyanto mengatakan, sebenarnya jenis penyalit TBC ini dapat disembuhkan, asalkan penderita menjalani pengobatan secara rutin selama enam bulan mengonsumsi obat.
“Penyakit TBC ini salah saktu faktor penyebabnya adalah karena rendahnya perilaku hidup sehat,” katanya.
Menurutnya, dengan kondisi kurang terjaga kebersihan lingkungan, TBC akan sangat mudah menyerang warga.
Karena itu, warga harus harus terus menggalakkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungam agar terhindar dari berbagai penyakit.
Editor: Agus Priwandono











