SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam rangka menekan angka atau jumlah stunting di Provinsi Banten, Balai BPOM di Serang melibatkan kadernya yang tersebar di desa dan kelurahan di Provinsi Banten.
Para kader tersebut terus dibina agar dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi serta edukasi terhadap masyarakat.
Kepala Balai BPOM di Serang Mojaza Sirait mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan ratusan kader keamanan pangannya. Mereka dikumpulkan untuk diingatkan kembali tentang keamanan pangan.
“Kita meng-upgrading lagi mereka, merefresh lagi tentang keamanan pangan,” ujarnya di salah satu hotel ternama di Kota Serang, Rabu 11 September 2024.
Mojaza mengatakan, para kader tersebut dilakukan pembinaan setiap tahunnya. Agar pembinaan tersebut tidak terputus maka terus dibangun komunikasi dengan para kader termasuk dengan mengumpulkan mereka dalam suatu forum.
“Kami mengedukasi masyarakat melalui kader ini. Kegiatan ini sudah berjalan dari tahun ke tahun, tentu sudah ada yang berhasil,” kata pria yang akrab disapa Moses ini.
Mojaza menyebut peran kader keamanan pangan Balai BPOM di Serang ini amat penting. Sebab, mereka ada di tengah masyarakat dan bersentuhan langsung. “Peran kader ini sangat penting, mereka ada di masyarakat, mereka ini ada yang ibu rumah tangga, kader karang taruna, ibu-ibu PPK dan sebagainya,” katanya.
Melalui sosialisasi yang telah diberikan, kader ini diakui Mojaza dapat menyampaikan langsung kepada masyarakat terkait pangan yang sehat. Mereka juga dapat berkomunikasi dengan petugas Balai BPOM di Serang apabila mendapati sebuah persoalan di lapangan sehingga dapat dicarikan solusinya.
“Mereka ini bisa langsung menyampaikannya kepada masyarakat, mereka juga bisa sharing dengan kami terkait persoalan pangan yang dihadapi di lingkungan mereka,” katanya.
Mojaza menambahkan, dalam kegiatan sosialisasi dengan para kader tersebut, pihaknya menghadirkan pemateri dari dokter anak dan ahli gizi. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, kemampuan para kader dapat meningkat dan dapat berkontribusi dalam masalah stunting.
“Harapannya program ini bisa mempromosikan pangan yang aman, mereka (kader-red) ini merupakan perpanjangan tangan kami (Balai BPOM di Serang-red) terkait masalah keamanan pangan,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Aditya











