LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Manajemen RSUD Adjidarmo membantah adanya isu mobil ambulans dari luar membawa pasien masuk ke lingkungan RS milik Pemkab Lebak itu mesti bayar parkir.
Rumah sakit yang dipimpin dr Budhi Mulyanto itu menegaskan, mobil ambulans dari luar tetap digratiskan.
“Yang diributkan soal ambulan tidak ada tarif dalam perjanjian kerjasama. Ambulan untuk drop/antar dan jemput pasien gratis,” kata Direktur RSUD dr Adjidarmo, dr Budhi Mulyanto, Minggu, 29 September 2024.
Menurutnya, adanya selebaran mengenai mobil ambulans dari luar harus bayar memasuki RSUD Adjidarmo, Budi menegaskan, bukan berasal dari manajemen RSUD Adjidarmo.
“Itu rilis yang beredar, bukan resmi dari RSUD Adjidarmo. Saya sudah konfirmasi ke SPI (vendor) bahwa ambulans dari luar gratis,” katanya.
Budi membenarkan, mulai 1 Oktober 2024 mendatang, pihak RSUD Adjidarmo bekerjasama dengan pihak ketiga vendor PT PSI sistem parkirnya, akan memberlakukan sistem Gate Pass.
Menurutnya, sekarang semua sektor membutuhkan profesionalisme dalam pengelolaan. Bukan hanya dalam penyediaan sarana tapi juga sistem dan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten termasuk dalam hal perparkiran.
“Tentunya, ada keterbatasan bagi instansi milik pemerintah khususnya dalam penyediaan SDM perparkiran, karena sejak terbitnya UU ASN tidak diperkenankan lagi merekrut tenaga non ASN. Alasan lain apabila parkir dikelola secara profesional oleh pihak yang kompeten, diharapkan ada peningkatan keamanan, ketertiban dan kenyamanan dalam perparkiran. Dan RS bisa lebih fokus dalam peningkatan mutu layanan kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kiki, Relawan Sosial Edukasi dan Advokasi (Sehati) mengaku, gusar dengan beredarnya rilis mengenai ambulans luar RSUD Adjidarmo mesti bayar saat masuk ke area RSUD Adjidarmo.
“Kami berharap isu itu tidak benar. Pastinya, kami keberatan bila mobil ambulans mesti dipungut biaya parkir,” katanya.
Dia mengatakan, selama ini setiap membawa pasien ke rumah sakit dimana pun berada, mobil ambulans tidak dikenakan biaya parkir.
“Belasan tahun saya jadi relawan tidak dikenakan biaya parkir, saya sering bolak balik ke rumah sakit di Jakarta tidak pernah dipinta untuk bayar uang parkir, karena mereka tahu kami ini tekawan todak dibayar oleh masyarakat,” katanya.
Editor : Merwanda











