SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Benny Setiawan mempunyai rumah mewah lain yang menjadi tempat tinggalnya bersama keluarga. Rumah mewah ini terletak di Kampung Jakung Pasar, RT 04, RW 02, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Tadi sore, Senin 30 September 2024, wartawan RADARBANTEN.CO.ID mendatangi rumah mewah milik Benny tersebut. Di depan rumah mewah yang didominasi warna putih itu terdapat pos satpam di depannya. Di pos tersebut dijaga oleh dua orang satpam.
Mereka jaga dengan pola shift atau bergantian. “Yang jaga empat orang, dua orang, dua orang, mereka gantian,” ujar Ketua RT setempat Bohari.
Ia mengatakan, rumah mewah itu ditempati istri Benny bernama Reni Maria dan tiga anaknya yang masih kecil. Sedangkan Benny sudah tidak terlihat sejak dua tahun terakhir.
“Enggak ketemu selama dua tahun, informasinya bisnis di Kalimantan. Pak Benny dianggap warga sini pebisnis besar,” ujarnya.
Ditanya sosok Benny, Bohari mengaku mengenalnya sebagai sosok yang baik dan darmawan. Ia juga kerap melihatnya salat di masjid. “Waktunya salat beliau juga salat, suka ketemu kalau di masjid,” ungkapnya.
Bohari mengatakan, dirinya mengenal Benny sebagai sosok pengusaha sukses. Bidang usahanya yang diketahuinya berkaitan dengan minyak curah. “Ada tempatnya di dekat sini, kalau di rumahnya itu dulu buat usaha air kemasan. Usaha itu udah enggak jalan (air kemasan-red),” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, penangkapan Benny oleh petugas membuat isu tentang bisnis narkobanya akhirnya terkuak. Sebab, masyarakat sendiri telah mendengar informasi Benny sebagai bandar narkotika. “Sebatas isu saja, kabar burung, saya tidak bisa membuktikan” katanya.
Diakui Bohari, Benny tinggal di kampungnya sejak enam tahun lalu. Asal Benny menurut informasi yang diterimanya berasal dari Subang. “Dari Subang asalnya,” ungkapnya.
Diakui Bohari juga, pengamanan di rumah Benny tersebut membuatnya sungkan untuk masuk. Apalagi, jalan menuju rumahnya tersebut terdapat portal. “Kalau ada keperluan saja (ke rumah Benny-red), akses itu biasanya buat karyawan dan keluarga. Kalau kita kesana tanpa keperluan juga mau ngapain,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











