LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lebak mencatat masih ada ribuan kepala keluarga (KK) di Lebak masuk kategori resiko stunting (KRS).
Ha tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengdalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) di DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, bahwa masih ada 67.601 KK beresiko stunting.
“Iya sekarang itu 29,1 persen yang absolutnya 67 ribu atau 67.601 itu yang sekarang. Tapi sekarang saya perval lagi sekarang juga kan verval terus,” kata Tuti kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 17 Oktober 2024.
Diketahui, ada indikator yang menentukan keluarga tersebut masuk KRS. Menurut Tuti, angka tersebut merupakan hasil dari intervensi yang selama ini dilakukan untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lebak.
“Tergantung variable yang bikin dia jadi KRS jadi kenapa satu keluarga itu masuk KRS. Ada yang empat terlalu ya empat terlalu itu terlalu dekat, terlalu banyak, terlalu muda dan terlalu tua,” terangnya.
“Jadi indikatornya tidak memiliki jamban, terus keluarga yang tidak mempunyai sumber air utama yang banyak air bersih utama buat minum, buat masak dia gak punya. Terus ibu hamil kurang energi, itu dimasukkan ke kategori beresiko ya terus yang punya balita dan bayi,” lanjutnya.
Tuti menjelaskan, puluhan ribu keluarga tersebut bukan hanya berasal dari keluarga tidak mampu. Namun, masih banyak masyarakat dengan kondisi ekonomi yang cukup bahkan lebih, juga masuk kedalam KRS.
“Kalau KRS ini kan dilihat dari variabelnya ya seperti tadi itu, misalnya sanitasi atau masih banyak keluarga yang berkecukupan namun masih BAB di kebun atau sungai,” jelasnya.
Ia menerangkan, angka KRS ini akan berdampak kepada angka stunting di Kabupaten Lebak. Menurutnya, dengan mengatasi permasalahan stunting sejak dari KRS dapat menekan angka stunting di Kabupaten Lebak.
“Tentunya semua bermula dari keluarga ya, bagaimana kesiapan suami istri dalam menyiapkan kebutuhan anak mulai dari gizi, pola hidup sehat bahkan kesiapan kehamilan. Dengan kesadaran seperti inilah KRS dapat menghindari munculnya angka stunting baru di Lebak,” tandasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











