TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel memastikan insentif guru swasta diperluas tiap tahunnya.
Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengatakan bahwa pada tahun ini 4.500 guru swasta telah menerima insentif dan tahun 2025, bertambah menjadi 5.000 guru menerima insentif.
Ia memastikan, jumlah guru swasta yang akan menerima insentif akan terus diperluas tiap tahunnya.
“Untuk insentif guru swasta tiap tahun ada kenaikan, ada penambahan kuota. Di tahun 2022 ada 3.400 guru menerima insentif, tahun 2023 ada 4.000 guru menerima insentif dan tahun 2024 ada 4.500 guru menerima insentif,” ujar Deden dikantornya, Jumat, 25 Oktober 2024.
Deden mengatakan, perluasan kuota insentif guru swasta tak lepas dari kemampuan anggaran Pemkot Tangsel.
Oleh sebab itu, upaya memperluas cakupan insentif dilakukan bertahap dan lambat laun seluruh guru swasta akan kebagian insentif.
“Kami akan berusaha terus supaya ideal dan merata, karena anggarannya tidak kecil, 5.000 guru dikalikan Rp 250 ribu (insentif), dikalikan setahun, anggarannya besar juga,” jelas Deden.
Deden mengambahkan, pemberian insentif guru swasta diserahkan ke sekolah masing-masing, karena pihak sekolah yang mengetahui pasti guru mana yang lebih membutuhkan bantuan insentif dari Pemkot Tangsel.
“Kami menyerahkan ke sekolah, mau siapa yang usulkan itu sepenuhnya kewenangan sekolah, mau dengan mekanisme masa kerja kah atau usia kah, silakan saja, yang jelas berkeadilan lah, tidak semaunya, tapi ada alasan jelas,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Tangsel, H. M. Yusuf, meminta Pemkot Tangsel untuk menambah kuota pemberian insentif kepada guru sekolah swasta di Tangsel.
Menurut Yusuf, pemberian insentif untuk guru swasta belum proporsional antara total jumlah guru swasta dengan kuota insentif saat ini.
“Guru swasta di Tangsel itu totalnya 13.778 orang, namun yang mendapat insentif baru 5.000 orang. Belum ada separuhnya. Untuk itu kami mendorong agar Pemkot Tangsel memperluas kuota insentif supaya bisa merata bagi seluruh guru swasta kita,” ujar Yusuf, Jumat 25 Oktober 2024.
Yusuf mengatakan, guru swasta memiliki peran sentral dan sama-sama mencerdaskan anak didik di Tangsel, sehingga apresiasi melalui tambahan insentif atas pengabdian guru swasta harus diberikan secara merata.
“Kita pahami bahwa guru swasta sama-sama berperan mencerdaskan anak-anak didik di Tangsel, karena banyak guru swasta kita tidak terpenuhi dan tercukupi kesejahteraan mereka,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, DPRD Tangsel melalui kewenangannya dalam penganggaran akan mendorong Pemkot Tangsel untuk bisa mengalokasikan anggaran APBD murni tahun 2025 dengan mempriotitaskan penambahan kuota insentif guru swasta.
“Ini kan kebetukan pekan ini baru mulai proses pembahasan APBD 2025 di Badan Anggaran (Banggar), ya coba kita hitung bersama kemampuan Pemkot Tangsel seperti apa. Kota dorong juga PAD-nya meningkat, ya mudah-mudahan bisa tuntas diterima 13.778 orang guru swasta,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











