LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki musim penghujan, sejumlah petani di Kalanganyar mulai melaksanakan tanam padi.
Mereka menilai intensitas curah hujan yang sedang, seperti saat ini, cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan pasokan air mengairi area pesawahan.
“Alhamdulillah, curah hujannya masih cukup baik untuk kebutuhan air. Karena itu kita mulai menanam padi, setelah sebelumnya panen pada Juli hingga September akibat kemarau,” ujar Hapidi, petani asal Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Minggu, 27 Oktober 2024.
Menurutnya, ia dan para petani di desa setempat melakukan penanaman pada musim tanam ini sesuai arahan dari mantri tani desa dan Dinas Pertanian, mengingat curah hujan yang cukup memungkinkan untuk penanaman padi.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak, Rahmat, membenarkan sebagian besar petani di Kabupaten Lebak sudah mulai menggarap lahan sawah mereka.
“Saat ini sudah 13.587 hektar area pesawahan digarap petani untuk menanam padi. Di bulan Oktober ini kita targetkan 15 ribu hektar sawah melaksanakan penanaman. Saat ini memang, sebagian masih menunggu hujan. Karena itu, sawah tadah hujan menunggu turunnya hujan,” kata Rahmat.
Dia menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan pesawahan (Brigade). Tim ini diturunkan untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak.
“Kita telah membentuk tim pembasmi hama. Tim ini nantinya akan bertugas menanggulangi serangan hama di area pesawahan padi,” ujar Rahmat.
Diharapkan dengan keberadaan tim tersebut, angka gagal panen tanaman padi pada musim tanam bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mampu mengoptimalkan produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.
“Tim pembasmi hama ini nantinya akan bekerja langsung di lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di area pesawahan, dilengkapi sarana dan prasarana, seperti obat-obatan dan alat pembasmi hama,” katanya.
Diketahui, Distan Kabupaten Lebak mencatat produksi beras yang dihasilkan petani sepanjang tahun ini atau Januari-September 2024 mencapai 415.867 ton beras, dengan surplus sekitar 308.588 ton. Kebutuhan beras penduduk Kabupaten Lebak untuk setahun adalah sekitar 143.038 ton.
Editor : Merwanda











