SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 20 pelajar dari SMK Sultan Ageng Tirtayasa dan SMA 1 Lebakwangi, Kabupaten Serang, yang terlibat tawuran di Jembatan Cipatuk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, akhirnya dipulangkan setelah menjalani pembinaan di Polsek Pontang.
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, mengingatkan peran penting orang tua dan sekolah dalam mencegah aksi tawuran yang merugikan semua pihak. “Kami sudah lakukan pembinaan, mereka juga sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujarnya, Minggu (27/10). Ia menegaskan bahwa pencegahan aksi tawuran bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga melibatkan pengawasan dari keluarga dan sekolah.
“Kepada para orang tua dan pihak sekolah, saya berpesan untuk lebih mengawasi putra-putrinya agar peristiwa tawuran ini tidak terulang, karena akan merugikan kedua belah pihak,” lanjut Condro.
Menurutnya, polisi tidak akan segan menindak tegas siapa pun yang kedapatan mengulangi perbuatan serupa. “Saya dan anggota Polsek akan memantau pelajar yang terlibat tawuran ini. Jika masih melakukan, saya pastikan akan ditindak,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Serang, AKP Dedi Jumhaedi, mengungkapkan bahwa pelajar yang terlibat tawuran langsung diamankan di Mapolsek Pontang untuk pendataan dan pembinaan.
editor : Merwanda











