LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dampak cuaca ekstrem saat ini, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), masih akan terus berlanjut hingga awal Januari 2025.
Cuaca ekstrem akan mengancam pariwisata di Lebak saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan bahwa potensi cuaca ekstrem masih berlanjut.
Menurutnya, mayoritas wilayah Lebak terdampak, termasuk Lebak Selatan, yakni Kecamatan Bayah, Malingping, dan sekitarnya.
“Berdasarkan prediksi dari BMKG ya, mulai Desember 2024 hingga awal Januari 2025 masih akan terus berlanjut. Jadi kondisinya masih akan terjadi hujan yang cukup deras ya,” terangnya.
“Untuk warga yang akan beraktivitas tetap waspada dan berhati-hati. Karena kondisi seperti ini, kita semuanya untuk selalu memperhatikan kondisi sekitar,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sawarna, Lili Suheli, menyebutkan bahwa kondisi tersebut akan berdampak besar pada sektor pariwisata, yang lumpuh khususnya Lebak Selatan.
“Kira-kira bisa banget kalau terjadi cuaca ekstrem. Selatan rata-rata wisata alam yang sangat berhubungan sekali dengan cuaca di segala kondisi, sementara hampir tidak ada wisata alternatif lain,” kata Lili.
Dalam upaya menjaga kesiapsiagaan, pihaknya melalui Pokdarwis terus melakukan koordinasi kepada seluruh pengelola wisata yang ada di wilayah Sawarna dan sekitarnya.
“Dalam upaya mengantisipasi cuaca ekstrem terutama di masa liburan Nataru, beberapa upaya dilakukan, di antaranya melakukan rapat koordinasi dengan stakholder, pemerintah daerah baik provinsi ataupun kabupaten, kelembagaan pemerintah lainnya, kelembagaan pariwisata,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











