CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan siswa kurang mampu dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan nasional.
Program MBG, inisiatif Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, bertujuan mengatasi permasalahan stunting pada anak. Di Kota Cilegon, program ini menargetkan 70.000 siswa penerima manfaat yang tersebar di berbagai instansi pendidikan.
Namun, Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, memastikan bahwa skala prioritas penerima manfaat akan difokuskan kepada siswa dari keluarga kurang mampu, terutama di sekolah-sekolah negeri di daerah pinggiran.
“Targetnya kan 70.000 lebih, tapi nanti akan kita pilah-pilah karena bertahap. Dipilah-pilah berarti anak-anak yang kurang mampu dulu di sekolah-sekolah negeri yang ada di pinggiran,” ungkap Heni usai menerima penghargaan dari Ombudsman Banten, Selasa (21/1).
Heni juga menyoroti bahwa pelaksanaan program MBG di Cilegon masih menunggu arahan resmi dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
“Karena MBG itu sebetulnya belum ada rapat-rapat. Kita belum bisa bergerak karena belum ada arahan juga. Saat ini untuk sementara Badan Gizi Nasional menunjuk Kodim sebagai koordinator di daerah,” jelasnya.
Dindikbud, tambah Heni, bertugas menyiapkan daftar peserta, memastikan kesiapan sekolah, serta menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan tempat cuci tangan untuk menunjang program MBG.
Dengan fokus pada siswa kurang mampu, Dindikbud Kota Cilegon berharap program MBG dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan utama mengurangi angka stunting di wilayahnya.
Editor : Merwanda











