SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum Kiai Kultural Nahdlatul Ulama (NU) Banten meminta agar Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Banten ke-V dilakukan secara transparan dengan memberikan kesempatan kepada seluruh kader terbaik untuk maju.
Pihaknya menilai kepanitiaan Konferwil PWNU Banten ke-V terkesan tertutup dan mengarah pada dukungan terhadap salah satu calon untuk dibuat aklamasi.
Ketua Pelaksana Focus Group Discussion (FGD) Forum Kiai Kultural NU Banten, KH Didin Abdul Latif, mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan FGD yang berlangsung di Masjid UIN SMH Banten, Ciceri, Kota Serang, Jumat, 24 Januari 2024.
Didin menjelaskan, forum ini adalah upaya komunitas untuk melibatkan para tokoh senior NU agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.
“Kami ingin menampung seluruh aspirasi warga Nahdliyin, terutama pemikiran murni para kiai sepuh yang memiliki pandangan strategis demi kemajuan NU di Banten,” ujar Didin.
Diskusi FGD ini mengutamakan mendengarkan pandangan para kiai sepuh dan melibatkan unsur kepanitiaan Konferwil ke-V NU Banten serta berbagai pihak lainnya.
“Kami berkomitmen menjadikan forum ini sebagai wadah inklusif untuk mendukung kesuksesan Konferwil ke-V NU Banten,” lanjutnya.
Didin juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi demokrasi yang telah menjadi budaya di NU. Proses tahapan Konferwil, menurutnya, harus dilakukan secara terbuka agar seluruh kader terbaik NU di Banten memiliki kesempatan yang sama.
“Kami malu jika ada indikasi kepanitiaan yang terkesan eksklusif. Oleh karena itu, kami mengusulkan agar dalam Konferwil tidak ada calon tunggal, melainkan banyak kandidat yang bisa membawa NU di Banten ke arah lebih baik,” ungkap Didin.
Ia menambahkan, tradisi NU tidak mengenal aklamasi sebagai bagian dari proses demokrasi.
“Nahdlatul Ulama memiliki banyak kader terbaik yang harus diberi ruang untuk memimpin dan membesarkan organisasi ini di Banten,” tutupnya.
Editor : Merwanda











