PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekitar 119 pedagang UMKM yang membuka lapak di kawasan Wisata Kuliner Pandeglang Berkah, tepatnya di Jalan Bank Banten, berhasil meraup omzet menggiurkan.
Petugas Kontributor Harga Bahan Pokok pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, Santosa Nugraha mengungkapkan bahwa pelaku usaha yang mulai bermunculan di kawasan Wisata Kuliner Pandeglang Berkah kini sukses meraup omzet yang cukup membuat iri.
Hasil surveinya menyebutkan, ada yang bisa mengantongi mulai dari Rp500 ribu sehari, hingga yang mengklaim bisa meraup Rp3 juta hingga Rp5 juta per hari.
“Omzet bervariasi, mulai ada yang dapat Rp500 ribu sehari, bahkan sampai Rp3 juta dan Rp5 juta. Itu saya survei langsung ke lapangan,” ungkapnya, Kamis 30 Januari 2025.
Menurutnya, pedagang-pedagang yang kini ‘bersinar’ di kawasan tersebut sebenarnya berawal dari pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjaya di Kodim, Alun-alun Pandeglang, serta pedagang baru yang mulai mencicipi manisnya berjualan di lokasi strategis itu.
“Total pedagang yang terdata sudah mencapai 119, baik yang berada di area Gedung Juang maupun di sepanjang Jalan Bank Banten hingga jalan DPD Golkar,” jelasnya.
Namun, meski sudah banyak yang terdaftar, Santosa mengatakan bahwa sekitar 74 pedagang sudah mendapatkan Tanda Daftar Usaha (TDU) dan Surat Izin Penempatan (SIP).
“Sisanya, ya mungkin setelah liburan panjang ini kami akan undang untuk melengkapi administrasinya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, para pedagang di Wisata Kuliner Pandeglang Berkah menawarkan berbagai macam jajanan kuliner, karena memang tidak ada aturan baku yang mewajibkan mereka hanya menjual jenis makanan tertentu. Namun, ia menekankan bahwa beberapa barang seperti pakaian, sandal, dan aksesoris dilarang untuk dijual di area tersebut.
“Artinya, jangan sampai ada yang jualan baju, sandal, atau aksesoris karena itu tidak diperbolehkan. Untuk menu makanan, kami sarankan agar para pedagang menjaga etika, jangan sampai jenis makanan yang sama berjejer berdempetan. Setidaknya, beri jarak antar tenda. Tapi ya, itu kembali lagi ke masing-masing pedagang,” jelasnya.
Di sisi lain, terkait pengelolaan lahan parkir bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner, ia menyebutkan bahwa itu merupakan tanggung jawab Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang.
“Itu dikelola oleh Dishub, kami tidak terlibat dalam pengaturannya. Bagian kami hanya menangani penataan pedagang UMKM saja,” ujarnya.
Salah satu pedagang, Rohim, mengungkapkan bahwa omzet yang ia raih selama berjualan di kawasan Wisata Kuliner Pandeglang Berkah jauh lebih baik dibandingkan dengan hari-hari biasa saat berjualan di lokasi lain.
“Alhamdulillah, omzet saya per hari bisa mencapai Rp1,5 juta hingga Rp4 juta. Sudah sebulan saya berjualan di sini,” ujar Rohim.
Editor: Abdul Rozak











